Puncak Kemenkeu Learning Festival 2026: SDM Keuangan Negara yang Unggul dan Fiskal Berkelanjutan
Gambar 1 dari 7
[Jakarta] Sekretariat Badan – Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) pada hari Selasa (28/4/2026) menyelenggarakan Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival (KLF) 2026 yang bertempat di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan. Mengusung tema “SDM Keuangan Negara yang Unggul dan Fiskal yang Berkelanjutan”, kegiatan yang menghadirkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie ini menjadi penutup rangkaian kegiatan festival pembelajaran yang telah berlangsung dari Januari hingga April 2026.
Dalam laporannya, Plt. Kepala BPPK, Dwi Teguh Wibowo menegaskan bahwa KLF 2026 merupakan wujud komitmen institusi dalam membangun budaya belajar yang hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2021, KLF terus berkembang menjadi forum kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya melibatkan internal Kementerian Keuangan, tetapi juga akademisi, praktisi, dan masyarakat luas. Menurutnya, pembelajaran tidak lagi cukup bersifat formal, melainkan harus menjadi bagian dari cara organisasi beradaptasi dan memberikan dampak nyata.
Wamenkeu Juda Agung dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya continuous learning di tengah dunia yang berubah dengan sangat cepat. Ia menggambarkan bahwa disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, hingga tantangan ekonomi global menuntut aparatur negara untuk terus mengembangkan kapasitas diri. Ia menyoroti bahwa kemampuan membaca masa depan, memanfaatkan teknologi seperti big data dan artificial intelligence, serta kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian. Menurutnya, pengambilan keputusan saat ini tidak lagi menunggu kepastian penuh, melainkan membutuhkan kemampuan untuk memahami kemungkinan dan mengambil langkah strategis berbasis analisis.
Sementara itu, pada sesi Inspirative Talks Wamendiktisaintek Stella Christie memberikan perspektif mengenai pentingnya cara berpikir dalam proses belajar. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada banyaknya informasi, tetapi pada kemampuan manusia untuk memproses informasi tersebut secara mendalam. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kebiasaan berpikir cepat tanpa refleksi dapat menurunkan kualitas pengambilan keputusan. Oleh karena itu, ia mendorong pentingnya memberi jeda untuk berpikir, memahami akar permasalahan, serta mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum mengambil keputusan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemampuan umum seperti berpikir kritis dan komunikasi dengan keahlian teknis yang mendalam. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang memiliki SDM dengan fondasi berpikir yang baik sekaligus didukung oleh individu-individu dengan keahlian spesifik yang unggul.
Acara dilanjutkan dengan sesi permainan interaktif serta mini games Be A Champion yang menghadirkan pengalaman kompetisi secara langsung bagi peserta. Be A Champion sebagai salah satu rangkaian kegiatan KLF 2026 merupakan kompetisi berbasis gamifikasi pembelajaran yang menguji kemampuan analisis, kecepatan berpikir, serta ketahanan mental dalam menyelesaikan tantangan seputar keuangan negara.
Adapun rangkaian kegiatan KLF 2026 antara lain Be A Champion, KM Nexus Competition, Smart Edu AI Challenge, Kemenkeu Learning Week, Learning Bootcamp, Ideas Chamber, serta Learning Series. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan inklusif di lingkungan Kementerian Keuangan.
Acara puncak juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang berbagai kompetisi, workshop UMKM, peluncuran E-learning Digital Leadership Awareness, serta penampilan musik yang menutup rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Keberhasilan penyelenggaraan KLF 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai mitra strategis, di antaranya Bank Tabungan Negara (BTN), Pusat Investasi Pemerintah, PT Sarana Multi Infrastruktur, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), PT Indonesia Infrastructure Finance, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, serta PT Sarana Multigriya Finansial.
Melalui Kemenkeu Learning Festival 2026, Kementerian Keuangan menegaskan kembali komitmennya untuk terus membangun SDM yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Dengan semangat pembelajaran berkelanjutan, diharapkan seluruh insan Kementerian Keuangan mampu menghadapi tantangan masa depan serta berkontribusi dalam mewujudkan keuangan negara yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, MC Dodi Septiariza dan Diah Rukmi Ambarwati mempersilakan seluruh peserta untuk mengunjungi berbagai booth UMKM yang tersedia.
Sampai bertemu di Kemenkeu Learning Festival berikutnya.