Akselerasi Akuntabilitas dan Bisnis Koperasi Desa: Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan KDKMP
Gambar 1 dari 3
MEGAMENDUNG — Sebagai langkah strategis memperkuat pilar perekonomian pedesaan, Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Angkatan I pada 18 s.d. 22 Mei 2026. Program ini dirancang agar para peserta mampu menerapkan pengelolaan keuangan KDKMP yang akuntabel dan pruden sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tak sekadar teori di kelas, peserta juga dibekali wawasan aplikatif melalui studi lapangan ke KDKMP Jonggol guna membedah langsung praktik terbaik pengelolaan koperasi yang telah mapan.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, Pusdiklat AP kembali menghelat Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan KDKMP Angkatan II pada 31 Agustus s.d. 4 September 2026. Keberhasilan penyelenggaraan pelatihan tersebut tak lepas dari kolaborasi aktif dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, yang berperan penting dalam menjaring calon peserta yang tepat sasaran sekaligus memfasilitasi penyediaan lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Untuk membangun kompetensi yang utuh dan adaptif, kurikulum pelatihan disusun secara sistematis yang memadukan teori regulasi, teknis akuntansi terapan, strategi bisnis, simulasi kasus, hingga praktik kerja lapangan.
- Sejarah, Peluang, dan Tantangan Koperasi di Indonesia
Membahas perkembangan regulasi koperasi, relasi kelembagaan koperasi dengan pemerintah desa, kebijakan umum KDKMP, serta pemetaan ekosistem lembaga ekonomi lain di tingkat desa.
- Manajemen Keuangan dan Aset KDKMP
Fokus pada penyusunan Rencana Anggaran dan Bisnis, penatausahaan keuangan dan kas masuk-keluar, mekanisme pengawasan keuangan intern, serta inventarisasi dan manajemen aset koperasi desa.
- Penyusunan Laporan dan Pertanggungjawaban Keuangan KDKMP
Memberikan keterampilan teknis dalam menyusun neraca, laporan laba rugi, perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU), analisis rasio keuangan, serta laporan pertanggungjawaban dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).
- Pengembangan Usaha KDKMP
Mempelajari jiwa kewirausahaan, pemetaan potensi bisnis komoditas desa, analisis risiko usaha, dan strategi pemasaran produk/jasa koperasi.
- Studi Lapangan terkait Tata Kelola Keuangan Koperasi
Melakukan observasi lapangan langsung terhadap tata kelola, sistem pencatatan buku, dan transparansi keuangan pada koperasi percontohan yang telah beroperasi mapan.
- Studi Kasus Pengelolaan Keuangan KDKMP
Ujian untuk membedah studi kasus nyata mengenai problem tata kelola keuangan, merumuskan analisis temuan kritis, serta menyusun rekomendasi pemecahan masalah.
- Penyusunan Rencana Aksi / Action Plan
Sesi perumusan proposal rencana aksi individual yang dibimbing langsung secara terarah oleh para coach.
- Presentasi Rencana Aksi
Sesi penyampaian gagasan dan rencana aksi di hadapan evaluator/penguji pada akhir pelatihan, serta seminar evaluasi pencapaian hasil implementasi di lapangan.
Salah satu momen penting pelatihan adalah pada hari Rabu, 3 September 2026, di mana seluruh peserta pelatihan angkatan II melaksanakan Praktik Kerja Lapangan ke KDKMP Cipelang. Kunjungan ini menjadi sarana benchmarking yang sangat relevan karena KDKMP Cipelang dipimpin langsung oleh Ibu Rita Puspita Sari, yang merupakan alumni Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan KDKMP Angkatan I. Ibu Rita menyampaikan berbagai perjuangannya bersama tim untuk membangun dan mengembangkan KDKMP di wilayahnya sehingga saat ini mampu menyediakan berbagai usaha, seperti penyediaan internet, pengelolaan sampah, dan lain-lain.
Usai merampungkan studi lapangan, antusiasme peserta berlanjut ke tahap Penyusunan Rencana Aksi. Pada tahapan ini, para peserta didampingi secara intensif oleh para coach yang berpengalaman. Di bawah bimbingan coach, setiap peserta memetakan persoalan riil di koperasinya masing-masing, menentukan target perbaikan, dan merumuskan langkah taktis penyelesaian masalah. Selanjutnya, para peserta mempresentasikan draf rencana aksi mereka di hadapan tim penguji dan rekan sejawat guna memperoleh evaluasi, saran perbaikan, dan penguatan substansi sebelum resmi dieksekusi.
Tidak berhenti di kelas, Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan KDKMP juga dilengkapi dengan skema Action Learning berkelanjutan. Para peserta kembali ke KDKMP asal masing-masing untuk mengimplementasikan rencana aksi yang telah dirancang. Selama masa implementasi, peserta tetap terhubung dan mendapatkan asistensi serta konsultasi berkala dari para coach. Kemudian, setelah menjalani masa implementasi selama 3 bulan, seluruh peserta dijadwalkan kembali ke kelas pembelajaran untuk mempresentasikan progres serta solusi atas kendala lapangan yang dihadapi.
Melalui model pelatihan berbasis action learning ini, Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menegaskan komitmennya dalam mengawal terciptanya sumber daya manusia KDKMP yang profesional, berintegritas, dan mampu mengantarkan koperasi desa menjadi pilar ekonomi rakyat yang tangguh.