Lewati ke konten
BPPK Kementerian Keuangan
Berita

Pembukaan Pelatihan Jarak Jauh Teori Ekonomi Makro Tingkat Dasar

Balai Diklat Keuangan Medan

Senin (7/8), Pelatihan Jarak Jauh Teori Ekonomi Makro Tingkat Dasar secara resmi dibuka. Pelatihan ini resmi dibuka dalam format daring menggunakan aplikasi Microsoft Teams Meeting. Kegiatan pembelajaran ini diselenggarakan pada tanggal 7 s.d. 11 Agustus. Pembelajaran dilakukan melalui metode asynchronous (belajar mandiri), asynchronous collaborative (penyelesaian tugas), dan synchronous maya (tatap muka secara virtual).

Partisipasi dalam pelatihan ini mengharuskan peserta untuk telah menyelesaikan E-Learning Basic of Macroeconomics: Concepts and Policies. Kriteria ini dapat dibuktikan dengan perolehan 6 badge di platform KLC. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konsep dasar ekonomi makro, indikator ekonomi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), permintaan dan penawaran agregat, perekonomian terbuka, serta mengenalkan studi kasus penerapan kebijakan ekonomi di Indonesia.

Selama pelatihan berlangsung, peserta akan mendalami materi terkait pengantar teori ekonomi makro, konsep dan indikator ekonomi makro dalam APBN, analisis permintaan agregat, penawaran agregat, serta bagaimana keseimbangan permintaan dan penawaran agregat beroperasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Studi kasus tentang permintaan dan penawaran agregat serta pengenalan pada konsep perekonomian terbuka akan menjadi fokus lain dalam pembelajaran. Peserta juga akan berdiskusi tentang studi kasus kebijakan ekonomi makro yang relevan.

Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan memperoleh pemahaman yang kokoh tentang teori ekonomi makro pada tingkat dasar. Mereka diharapkan mampu mengaplikasikan konsep-konsep yang dipelajari dalam analisis nyata, seperti menginterpretasikan indikator ekonomi dalam APBN, menganalisis permintaan dan penawaran agregat dalam berbagai situasi, dan memahami dampak kebijakan ekonomi terhadap perekonomian Indonesia.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan akan terbentuk landasan yang kuat dalam pemahaman teori ekonomi makro di kalangan peserta. Ini akan berdampak positif pada kemampuan mereka dalam menganalisis situasi ekonomi, merancang kebijakan yang sesuai, serta berkontribusi dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi negara. (ACI)