Lewati ke konten
BPPK Kementerian Keuangan
Berita

Widyaiswara Pusdiklat Keuangan Umum Paparkan Riset ESG di ICEZ 2024

Pusdiklat Keuangan Umum
Widyaiswara Pusdiklat Keuangan Umum Paparkan Riset ESG di ICEZ 2024

Bandung, 8-9 Oktober 2024 – Dalam ajang The 1st International Conference on Eco Friendly and Zero Waste (ICEZ) 2024 yang diselenggarakan oleh Binus University, dua widyaiswara Pusdiklat Keuangan Umum, yaitu Sdr. Yubilianto, Ph.D., dan Sdr. Khamami Herusantoso, Ph.D., mempresentasikan riset mereka berjudul "Environmental, Social, and Governance (ESG) in Indonesia: Insights from Bibliometric Analysis."

Konferensi ini dihadiri oleh sejumlah pembicara dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Perancis, Malaysia, dan Thailand, yang turut berbagi wawasan terkait inovasi dan praktik ramah lingkungan.

Dalam presentasinya, Sdr. Yubilianto menjelaskan bahwa ESG merupakan pendekatan holistik yang mencakup tidak hanya aspek lingkungan—tema utama konferensi—tetapi juga aspek sosial dan tata kelola. Penelitian mereka menunjukkan bahwa riset ESG di Indonesia pada periode 2018 s.d. 2024 dapat dikategorikan dalam tiga klaster utama sebagai berikut:

  1. Peran ESG dalam pembangunan berkelanjutan.
  2. Perbandingan implementasi ESG di berbagai negara, terutama di kawasan ASEAN.
  3. Pengaruh ESG di era pandemi COVID-19.

                            

Namun, Sdr. Yubilianto menyoroti bahwa riset ESG yang berfokus pada UMKM masih minim. Ia mendorong penelitian lebih lanjut terkait implementasi ESG di sektor tersebut.

Selain itu, presentasi mereka juga menyinggung program e-learning UMKM yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Keuangan Umum, Kementerian Keuangan. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM mempelajari berbagai aspek penting, seperti pemasaran digital, perizinan, pembiayaan, pelaporan keuangan, dan perpajakan. Antusiasme peserta konferensi terlihat tinggi saat mendengarkan pemaparan tentang e-learning ini, menandakan tingginya minat terhadap inovasi dalam pemberdayaan UMKM.

ICEZ 2024 bukan hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.