Open Class Kebijakan Pendanaan Pembangunan: Melihat Perspektif Asian Development Bank (ADB)
Selasa, 24 Agustus 2021 telah diselenggarakan Open Class Pusdiklat Keuangan Umum berjudul Kebijakan Pendanaan Pembangunan: Melihat Perspektif Asian Development Bank (ADB) dengan menghadirkan Syurkani Ishak Kasim, Executive Directors/Dean of the Board Directors ADB periode 2017 - 2021 dan dimoderatori oleh Yubilianto, Widyaiswara Pusdiklat KU yang baru kembali dari pendidikan doktoral di Nagoya University.
Kegiatan Open Class yang dibuka oleh Plh. Kepala Pusdiklat KU, Pandu Patriadi kali ini khusus bagi pegawai Kementerian Keuangan untuk memberikan pemahaman mengenai peran dan posisi Indonesia sebagai salah satu major shareholder di ADB, tata kelola ADB, dan bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan kebutuhan pendanaan pembangunan melalui lembaga pembiayaan internasional.
ADB dalam kebijakan pendanaan pembangunan memiliki guiding principles sebagai berikut:
- Using a country-focused approach
- promoting innovative technology
- delivering integrated solutions
selain itu, kebijakan pendanaan juga harus memperhatikan berbagai karakteristik dengan differentiated approaches seperti:
- fragile and conflict-affected situations
- small island developing states
- low-income and lower middle-income countries
- upper middle-income countries
- pockets of poverty and fragility at the subnational level.
Sedangkan dalam memberikan dukungan kepada negara anggotanya, ADB tidak hanya menyediakan pendanaan namun juga memberikan fasilitas asistensi. Berikut adalah program yang diselenggarakan oleh ADB:
- Pemberian pinjaman, bantuan teknik, hibah, jaminan dan investasi modal
- Pelaksanaan knowledge solution: memberikan dampak pembangunan lebih besar
- Fasilitasi dialog kebijakan dan kemitraan jangka panjang
- Pemberian advisory services
- Mobilisasi sumber-sumber dana melalui skema co-financing operation.
Narasumber juga menyampaikan bagaimana peranan Indonesia di ADB yaitu sebagai pemegang saham terbesar ke-6 setelah Jepang, Amerika, Australia, India, dan China. Selain itu Indonesia juga mendapatkan posisi permanen sebagai Direktur Eksekutif di Board of Directors ADB, posisi Dean of the Board of Directors, posisi Wakil Presiden ADB Bidang Knowledge Management, negara donor sekaligus juga penerima manfaat terbesar pendanaan ADB.
Open Class yang dijadwalkan mulai dari pukul 9.00 sampai dengan 11.30 WIB baru diakhiri menjelang tengah hari karena Bapak Syurkani Ishak Kasim berkenan menjawab seluruh pertanyaan yang masuk dari peserta yang cukup antusias dengan materi yang diberikan.