Lewati ke konten
BPPK Kementerian Keuangan
Berita

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Perkuat Kapasitas Fiskal Daerah melalui Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I
Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I

Gambar 1 dari 7

Bogor, Pusdiklat AP – Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan melalui Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Pusdiklat Pajak, dan Pusdiklat Keuangan Publik menyelenggarakan Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Angkatan I di Pusdiklat Pajak, Jakarta, pada Rabu–Kamis (11–12/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh 82 peserta dari 45 pemerintah daerah yang terdiri atas Sekretaris Daerah serta Kepala BPKAD/BPKD. Workshop ini bertujuan mempertajam strategi pengelolaan keuangan daerah guna mewujudkan sumber daya manusia yang berintegritas serta mendukung pembangunan daerah yang strategis dan berkelanjutan.

Workshop diselenggarakan selama dua hari dengan materi yang meliputi:

  1. Kualitas Belanja & Manajemen Kas

Mengoptimalkan belanja sebagai pengungkit ekonomi daerah melalui manajemen kas yang efektif, percepatan realisasi belanja berbasis logic model, serta penerapan prinsip value for money.

  1.  Kemandirian Pendapatan & Optimalisasi Aset
  • Penggalian Potensi Pajak & Retribusi: memetakan potensi ekonomi daerah, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, serta mengadaptasi praktik terbaik untuk meningkatkan kapasitas fiskal.
  • Leveraging Assets BMD: mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar menjadi revenue center melalui perencanaan strategis dan kolaborasi ekosistem aset.
  1. Pembiayaan Kreatif & Investasi

Mengoptimalkan pembiayaan utang daerah (pinjaman, obligasi, dan sukuk), serta menerapkan strategi creative/blended financing dan investasi daerah.

  1. Integritas & Tata Kelola

Menanamkan nilai integritas dan memperkuat sistem pengendalian intern terintegrasi (model tiga lini) sebagai fondasi utama dalam menjalankan strategi keuangan daerah.

Kepala Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Bhimantara Widyajala, menyampaikan, “Ke depan, kami akan melaksanakan pembelajaran lanjutan bagi jajaran pemerintah daerah pada level yang lebih teknis agar strategi pengelolaan keuangan daerah dapat diimplementasikan secara efektif dan akuntabel.”

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam mendorong kebijakan fiskal daerah yang adaptif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan dalam meningkatkan kapasitas Sekretaris Daerah dan Kepala BPKAD/BPKD dalam pengelolaan keuangan daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah semakin mampu mengelola keuangan daerah secara efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga kebijakan fiskal yang dihasilkan dapat mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.