Lewati ke konten
BPPK Kementerian Keuangan
Berita

Buka Akses Pembiayaan, CWA 2025 Bantu Daerah Bangun Infrastruktur Berkelanjutan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan
Pusdiklat AP berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan The World Bank dalam penyelenggaraan Creditworthiness Academy (CWA) 2025  di Jakarta,  pada 11–13 November 2025
Pusdiklat AP berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan The World Bank dalam penyelenggaraan Creditworthiness Academy (CWA) 2025 di Jakarta, pada 11–13 November 2025
Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Reynaldi Hermansyah
Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Reynaldi Hermansyah
Kepada Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Bhimantara Widyajala
Kepada Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Bhimantara Widyajala
Perwakilan The World Bank
Perwakilan The World Bank
Dokumentasi bersama peserta Creditworthiness Academy 2025
Dokumentasi bersama peserta Creditworthiness Academy 2025

Gambar 1 dari 5

 

Bogor, Pusdiklat AP – Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan (Pusdiklat AP) berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan The World Bank dalam penyelenggaraan Creditworthiness Academy (CWA) 2025 yang berlangsung di Jakarta, pada 11–13 November 2025.

Creditworthiness Academy adalah program peningkatan kapasitas untuk memperkuat kelayakan kredit dan pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Program ini diikuti oleh 15 pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, tujuannya untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih optimal dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur prioritas melalui alternatif pembiayaan kreatif, peningkatan kelayakan kredit, serta penguatan manajemen risiko.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi strategis, mulai dari identifikasi kondisi dan prioritas infrastruktur daerah yang berdampak, analisis perekonomian dan kapasitas fiskal daerah, penilaian kelayakan kredit pemerintah daerah, hingga sesi berbagi praktik baik pembiayaan infrastruktur yang telah berhasil diterapkan. Peserta juga didorong untuk merancang rencana aksi konkret agar mampu mengakses sumber-sumber pembiayaan infrastruktur secara mandiri ke depan.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Reynaldi Hermansyah, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola pembangunan infrastruktur. “Kami berharap melalui program ini, pembangunan infrastruktur di daerah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Creditworthiness Academy direncanakan akan terus dilaksanakan dan menjangkau seluruh pemerintah daerah di Indonesia sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di setiap daerah.

Source: https://www.instagram.com/reel/DRGnSBHD2fu/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==