home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
Informasi Pelatihan
Informasi Kinerja
Instagram
Youtube
Maklumat Pelayanan
Motto Pelayanan
Repositori Pengetahuan
Perkuat Kompetensi Perekat Bangsa, BDK Palembang gelar Kemenkeu CorpU Open Class (KCOC) Seri Kesembilan
Balai Diklat Keuangan Palembang
Kamis, 1 Oktober 2026 15:25 WIB
Palembang (30/9) – Kemampuan memahami perbedaan dan membangun hubungan yang inklusif menjadi bagian penting dari kompetensi ASN di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Hal tersebut menjadi fokus Kemenkeu CorpU Open Class (KCOC) Peningkatan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Seri #9 Tahun 2026 dengan tema “Peningkatan Kompetensi Perekat Bangsa ASN: Toleransi dan Empati Lintas Budaya untuk Perekat Bangsa”, Rabu (30/9).
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube, dan merupakan kolaborasi dari BDK Palembang, KPKNL Palembang, dan Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang. Pada seri kesembilan ini, Kusumasari K.H.D., M.Si., Dosen Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang, hadir sebagai narasumber.
Pada awal kegiatan, Kepala BDK Palembang Agung Heru Pranyoto menyampaikan pentingnya pewujudan kompetensi Perekat Bangsa dalam perilaku sehari-hari, khususnya dalam menghadapi perbedaan perspektif, latar belakang, dan budaya. Menurutnya, toleransi dan empati penting untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, kolaboratif, serta mendukung kualitas pelayanan publik.
Selanjutnya, Muhammad Fais Mardian, Pejabat Fungsional Pelelang Ahli Madya KPKNL Palembang, menekankan bahwa kemampuan bekerja di tengah perbedaan merupakan kompetensi dasar ASN. Toleransi, menurutnya, bukan berarti harus selalu sepakat, melainkan mampu mempertahankan hubungan kerja yang konstruktif di tengah perbedaan.
Memasuki sesi utama, Kusumasari memaparkan konsep toleransi dan empati lintas budaya dari perspektif psikologi. Peserta diajak memahami bagaimana seseorang merespons perbedaan budaya, mulai dari tahapan ethnocentric hingga ethnorelative dalam Developmental Model of Intercultural Sensitivity (DMIS). Materi juga membahas empati kognitif dan afektif serta pentingnya kontak antarkelompok yang bermakna dalam mengurangi prasangka.
Di akhir materi, Kusumasari menyampaikan penerapan kompetensi perekat bangsa di lingkungan kerja melalui lima modul, yaitu mengenali batas toleransi diri, empati lintas budaya dalam praktik, membangun kelekatan melalui kontak bermakna, komunikasi lintas budaya yang efektif, serta menjadi Perekat Bangsa di unit kerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam materi dan mengaitkannya dengan pengalaman di lingkungan kerja masing-masing.
Melalui KCOC Seri #9 ini, BDK Palembang bersama KPKNL Palembang dan Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang terus mendorong pembelajaran kolaboratif yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mendorong penerapan toleransi dan empati dalam pelaksanaan tugas ASN. [ST]
Balai Diklat Keuangan Palembang terus berkomitmen menjaga integritas dan sikap antikorupsi serta senantiasa memberikan pelayanan dengan HEBAT (Hati, Efektif, Berkelanjutan, Akurat, dan Tanggap) dalam rangka mempertahankan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Pelaporan dapat dilakukan melalui upg.bdkpalembang@kemenkeu.go.id atau www.wise.kemenkeu.go.id
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik