home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
Pelatihan Jarak Jauh
Pelatihan Klasikal
Open Class
BDK Podcast Mappakoe
Dashboard Pelatihan
Kalender Pembelajaran
Pojok Keuangan BDK Makassar
SENADA-Kemenkeu Satu Goes to Campus UMI: Padukan Edukasi Manajemen Aset oleh Praktisi dan Penandatanganan PKS Strategis
Balai Diklat Keuangan Makassar
Kamis, 21 Mei 2026 14:30 WIB
MAKASSAR, 21 Mei 2026 – BDK Makassar melalui Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan kembali melanjutkan komitmennya dalam memperluas literasi keuangan negara di lingkungan akademis. Melalui program Sinergi dan Edukasi Keuangan Negara untuk Akademia (SENADA) - Kemenkeu Satu Goes to Campus, kegiatan edukasi kali ini sukses diselenggarakan secara luring di Auditorium Al-Jibra, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada Rabu (20/5).
Mengangkat tema besar "From Theory to Practice: Bahas Keuangan Negara Bersama Praktisi Kementerian Keuangan" dengan subtema "Mengenal Manajemen Aset Negara, Peran Strategis dalam Keuangan Publik", program SENADA dirancang secara terstruktur, terjadwal, terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan sebagai jembatan kolaborasi edukatif antara Kementerian Keuangan dengan perguruan tinggi. Universitas Muslim Indonesia menjadi salah satu perguruan tinggi di wilayah Sulawesi yang disasar oleh program ini, setelah sebelumnya kegiatan serupa juga sukses dilaksanakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Hal ini menegaskan gerak masif Kemenkeu dalam mengedukasi akademia secara luas dan merata.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan opening remarks dari Plt. Rektor UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., serta disambut hangat melalui opening speech oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI, Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, S.E., M.M. Pihak universitas menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin.
Tak sekadar menjadi wadah berbagi ilmu, momentum berharga ini juga dirangkaikan dengan prosesi Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia. Penandatanganan PKS mengenai pembentukan "Pojok Kementerian Keuangan" dan program "Praktisi Mengajar" ini merupakan langkah konkret serta tindak lanjut (follow-up) atas Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya. Dalam hal ini, Balai Diklat Keuangan (BDK) Makassar mengambil peran krusial sebagai motor penggerak utama dalam mengawal dan mengimplementasikan program "Praktisi Mengajar", guna memastikan transfer pengetahuan dari para praktisi keuangan negara kepada para mahasiswa dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Hadir langsung sebagai narasumber utama sekaligus menyampaikan keynote speech, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar), Wibawa Pram Sihombing, S.E., Ak., M.Acc. Dalam paparannya, Wibawa Pram mengupas tuntas urgensi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang kini memiliki posisi sangat vital, di mana secara nasional nilai aset tetap dalam LKPP 2024 telah mencapai Rp7.149,82 triliun.
Lebih spesifik, narasumber membedah performa kekayaan negara di tingkat lokal. Per 31 Maret 2026, nilai BMN di wilayah Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp246,05 triliun, atau menyumbang sebesar 3,4% dari total aset tetap nasional. Nilai aset tersebut didominasi oleh aset tanah senilai Rp180,87 triliun serta jalan, irigasi, dan jaringan sebesar Rp29,88 triliun. Di hadapan para mahasiswa, dipaparkan pula pemanfaatan riil BMN dalam mendukung perekonomian lokal Sulsel, mulai dari sektor transportasi (seperti Bandara Sultan Hasanuddin senilai Rp24,3 T dan Kereta Api Sulsel), sektor pangan (Waduk Bili-Bili senilai Rp3,17 T), hingga sektor pendidikan tinggi yang mencakup Gedung PPA Menara Phinisi UNM (Rp307,1 M) serta infrastruktur di Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar.
Melalui penyajian data riil lapangan ini, narasumber menekankan bahwa tertibnya pengawasan, pengendalian, dan inventarisasi BMN merupakan penentu utama dalam meraih opini terbaik atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sekaligus penentu quality spending belanja negara.
Atmosfer di dalam Auditorium Al-Jibra berlangsung sangat hidup seiring dengan tingginya antusiasme para mahasiswa yang aktif berdiskusi selama sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Mochamad Syukron Fadhillah (DJBC), serta dipandu oleh host Dila Rihadatul A. (DJPb) dan Misbar S. (DJP). Kemeriahan acara ditutup dengan pemberian apresiasi bagi para mahasiswa penanya terbaik serta pemenang kuis interaktif yang diadakan oleh panitia pelaksana.
Rangkaian pelaksanaan SENADA yang berkesinambungan di berbagai kampus ini mempertegas komitmen Kemenkeu dalam membekali generasi muda dengan wawasan praktis, menekan angka misinformasi fiskal, serta mengukuhkan kerja sama legal-formal dengan dunia pendidikan demi mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan tepercaya.
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik