home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
Dalami Pengembangan Knowledge Management System, BMKG Lakukan Benchmarking ke BPPK
Sekretariat Badan
Rabu, 28 Januari 2026 11:44 WIB
[Jakarta, Rabu, 28 Januari 2025] Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) menerima kunjungan benchmarking dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertempat di Gedung B 107 Sekretariat BPPK. Kegiatan benchmarking ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas kinerja organisasi serta pengembangan tata kelola Knowledge Management System (KMS) di lingkungan BMKG.
Kegiatan benchmarking dibuka oleh Arviansyah dan dihadiri oleh jajaran perwakilan BMKG, salah satunya Achmad Supandi selaku Ketua Tim BMKG Corporate University dan Knowledge Management. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa BMKG telah membentuk Corporate University yang mulai dikembangkan sejak tahun 2021.
Diskusi utama dalam benchmarking ini mencakup berbagai topik strategis, antara lain tahapan pengembangan awal KMS (minimum viable features), pengelolaan konten pengetahuan seperti repository, lesson learned, dan best practice, serta peran pengelola dan kurator konten dalam melakukan monitoring dan analisis. Selain itu, turut dibahas struktur website KMS yang meliputi menu, fitur inti, alur akses, dan proses bisnis, integrasi KMS dengan perangkat pembelajaran lainnya, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam KMS maupun Corporate University secara umum, strategi membangun budaya knowledge sharing, serta konsep Community of Practice (CoP).
Paparan dari BPPK disampaikan oleh Arfiansyah selaku Kepala Bagian Manajemen Pengetahuan, Komunikasi, dan Kerja Sama. Pemaparan diawali dengan penjelasan mengenai struktur organisasi Kementerian Keuangan dan posisi strategis BPPK di dalamnya, serta pengenalan Kemenkeu Corporate University sebagai strategi pengembangan Learning Organization. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Kementerian Keuangan memiliki dasar regulasi pengelolaan manajemen pengetahuan melalui PMK Nomor 226/PMK.011/2019.
Achmad Supandi mengungkapkan bahwa dalam pengembangan KMS, BMKG sempat menghadapi keterbatasan sehingga KMS dan Learning Management System (LMS) dikembangkan secara terpisah, namun kemudian diintegrasikan melalui berbagai Forum Group Discussion. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan penambahan paparan yang diberikan Akmal dan Octa mengenai KMS dan LMS.
Deni Saiful menanyakan pengembangan KMS dan LMS di Kemenkeu serta konsep learning wallet dalam sistem pembelajaran. Dijelaskan bahwa learning wallet menjadi bagian dari sistem pembelajaran terintegrasi yang mendukung pencatatan dan pengakuan aktivitas pembelajaran pegawai. Pertanyaan lain disampaikan oleh Kadnan terkait pengembangan AI yang terintegrasi dengan data, strategi menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan dalam KMS, peran pimpinan, serta mekanisme pemberian reward.
Menanggapi hal tersebut, Haris menegaskan bahwa menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan merupakan tantangan tersendiri. Disampaikan pula bahwa mekanisme reward saat ini masih terbatas pada learning wallet, serta adanya KMS Awards bagi Unit Eselon I, Unit Eselon II dan pegawai melalui sistem pemeringkatan yang kemudian diberikan penghargaan.
Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan BMKG dan BPPK dapat saling bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan Corporate University dan manajemen pengetahuan, khususnya dalam membangun budaya belajar berkelanjutan menuju Learning Organization.
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik