Lewati ke konten
BPPK Kementerian Keuangan
Berita

KCOC Spesial Kemenkeu Learning Festival: "Artificial Intelligence Dalam Penulisan Ilmiah: Boleh Nggak Sih?"

Balai Diklat Keuangan Pekanbaru
KCOC Spesial Kemenkeu Learning Festival: "Artificial Intelligence Dalam Penulisan Ilmiah: Boleh Nggak Sih?"

KCOC Spesial KLF 2023 - BDK Pekanbaru
Artificial Intelligence (AI) dalam Penulisan Ilmiah: Boleh Ga Sih?

Halo Sobat Pemelajar!

Pada KCOC Spesial sebagai rangkaian acara Kemenkeu Learning Festival 2023 kali ini secara  garis besar, pembicara membahas fenomena baru dalam  era Revolusi Industri 4.0,   yaitu   Internet   of   Things   (IoT)  yang   telah   mengubah  banyak   aspek   kehidupan. Perkembangan internet yang masif telah  menghubungkan banyak  benda  yang sebelumnya tidak   terkoneksi  dengan   internet,  seperti   ponsel   kini  tidak   hanya   digunakan   untuk berkomunikasi, tetapi  juga dapat  menggantikan fungsi perangkat lain seperti  jam tangan, radio, televisi, dan bahkan bioskop melalui layanan streaming seperti  Netflix. Di bidang  pendidikan, ponsel  juga  telah  mengubah cara  kita  belajar,  menggantikan kebutuhan akan  ruang  kelas  fisik. Kemajuan  ini juga berdampak pada  bidang  akademik, termasuk bidang penulisan. Topik yang akan dibahas dalam presentasi ini meliputi Artificial Intelligence (AI), peran  AI dalam  kehidupan kita, khususnya  dalam  academic writing, serta beberapa aplikasi yang dapat  digunakan  dalam proses  penulisan  akademik.

What is Artificial Intelligence (AI)?
“Artificial intelligence (AI), the  ability  of  a  digital  computer or  computer-controlled robot  to  perform tasks  commonly associated  with intelligent  beings.” (https://www.britannica.com/technology/artificial-intelligence).
Artificial Intelligence  (AI) adalah  kemampuan komputer untuk  berpikir,  belajar,  dan menjalankan tugas  yang sebelumnya hanya  dapat dilakukan  oleh manusia. Contoh  dari AI termasuk Google Maps,  pengenalan wajah di media  sosial,  dan  asisten  virtual seperti  Siri. AI telah menjadi  bagian  integral  dari  kehidupan sehari-hari dan  terus  berkembang dalam era Revolusi Industri 4.0.

AI: Friends or Foe?
Pertanyaan kuncinya  adalah  apakah  Artificial Intelligence (AI) teman  atau  musuh  kita. Jawabannya bergantung pada  cara  kita menggunakannya, karena  AI pada  dasarnya adalah alat. AI memiliki potensi  untuk membantu dalam berbagai  aspek kehidupan, tetapi  juga bisa membahayakan  jika  disalahgunakan.  Oleh  karena   itu,  peran   manusia   yang  berada  di belakang  penggunaan AI menjadi sangat penting.
Dalam presentasi, pembicara berbagi  pengalaman saat  berkunjung ke Korea  dan menghadapi masalah   komunikasi.   Dalam  situasi  tersebut, AI, seperti   Google Translate, menjadi  teman   yang  membantu untuk  mengatasi   hambatan bahasa   dan  memungkinkan interaksi   yang   lebih   lancar.    Disatu   sisi,   Pembicara    juga   mencatat  bahwa   AI  telah mempengaruhi dunia akademik,  termasuk dalam hal penulisan. Pembicara  memperingatkan bahwa  AI tidak boleh  digunakan  secara  eksklusif dalam  tugas  akademik,  karena  ada aspek kejujuran  yang harus  dipertahankan. Hal ini penting  karena  beberapa mahasiswa  terbukti menggunakan AI secara  berlebihan dalam  pembuatan tugas,  bahkan  ada  yang  menjiplak 100%.
Tidak hanya  bidang  pendidikan, AI juga telah  dimanfaatkan dalam  menciptakan karya seni, seperti  dalam bidang fotografi.  Hal ini menunjukkan bahwa AI memiliki potensi  dalam berbagai   bidang,  termasuk seni  dan  kreativitas. Pembicara   menyadari   bahwa  AI adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan modern dan harus  diterima  dengan  baik. Namun, ia juga menyoroti  pentingnya  penggunaan AI dengan  bijaksana dan etis.
`
What should we do?
Pembicara  memperkenalkan konsep  "Triple E," yaitu Embrace (menerima  AI), Explore (mengeksplorasi cara  menggunakannya), dan  Ethics (mengendalikan  penggunaannya).  Ia menekankan  pentingnya   berhati-hati  dalam   penggunaan  AI  dan   menunjukkan  bahwa pengguna AI harus  tetap  memiliki kontrol atas hasil akhir. Pembicara  juga menyentuh isu etika dalam   penggunaan  AI,  termasuk masalah validitas dan tanggung jawab pengguna. Ia  memperingatkan  bahwa tidak  semua  hasil AI selalu  benar, dan pengguna harus kritis dalam menilai informasi yang diberikan oleh AI.

AI and Academic Writing
Pembicara  menegaskan bahwa  AI adalah  alat  yang  dapat  membantu dalam  berbagai aspek  kehidupan kita,  tetapi  kita  harus  memastikan bahwa  kita  menggunakan AI secara bijaksana   dan  etis,  terutama dalam  konteks   akademik. Tiga  hal  yang  menjadi  concern dalam penggunaan AI di penulisan  ilmiah ialah: Authorship, Accuracy,  and Authenticity.
Poin utama  dalam materi  ini adalah  pentingnya  menjaga  integritas  dan kejujuran  dalam penulisan    akademik,    terutama  ketika   menggunakan  Artificial  Intelligence  (AI) untuk menganalisis  data  atau  membantu dalam  penulisan  jurnal.  Meskipun AI dapat  menjadi  alat yang  berguna,  manusia   harus   tetap   mengontrolnya  dan   menjaga   aspek   etika   dalam penulisan. Penggunaan AI dalam  penulisan harus  diawasi agar  tidak mengabaikan prinsip- prinsip integritas  dan etika akademik. Berikut beberapa poin penting  terkait  penggunaan AI dalam penulisan  akademik:

Pentingnya   mencantumkan  penggunaan  AI  dalam   metodologi   penelitian   ketika   AI digunakan  dalam  produksi  gambar  atau  elemen grafis,  atau  dalam  pengumpulan data. Ini bertujuan untuk transparansi dalam proses  penulisan.
Meskipun terbilang  canggih, AI tetap  memiliki keterbatasan seperti  dalam masalah  tata Bahasa,  akurasi,  dan keaslian sumber  data. Pembicara  menekankan bahwa AI hanyalah alat dan manusia  adalah  subjek utama  dalam  proses  penggunaan sehingga  tetap  harus dilakukan validasi data.

Some AI based apps to consider
Kemampuan AI dapat  digunakan  dalam  membantu proses  penulisan, termasuk dalam brainstorming  ide,   outlining,   dan   perbaikan ekspresi    bahasa.  Selain   itu,   AI  dapat dimanfaatkan  dalam   grammar  checking,  paraphrasing,  citing  and   referencing, serta translating text.   Dalam   presentasi  ini,   pembicara   menjelaskan  tentang    pentingnya parafrasing dalam  penulisan  akademik,  yang  merupakan proses mengubah kalimat  atau paragraf  dengan  kata-kata sendiri tanpa  mengubah ide dari teks asli. Paraphrasing berguna dalam mengurangi indeks kesamaan dengan  teks asli, yang sering diatur  oleh jurnal ilmiah. AI ini dapat  membantu meningkatkan ekspresi  bahasa, mengurangi kemiripan  dengan  teks asli, dan mengubah tata bahasa.
Selain  itu,  pembicara membahas beberapa aplikasi  yang  dapat  dimanfaatkan untuk mengelola  referensi dalam  penulisan  ilmiah,  dengan reference manager seperti  aplikasi Mendeley.  AI  dapat   membantu  dalam   mencari   dan   mengintegrasikan  referensi  dari berbagai   sumber, menghemat waktu  dan  mengurangi   kesalahan dalam  penulisan   daftar pustaka. Pembicara juga menyoroti  kegunaan AI dalam merangkum teks,  yang memungkinkan peneliti  untuk  mendapatkan poin-poin  penting  dari  artikel  dengan  cepat. Dengan  bantuan AI, penelitian  dan  penulisan  dapat  dilakukan  dengan  lebih efisien dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Bing.


AI dalam Penulisan Ilmiah

Berikut beberapa referensi penggunaan aplikasi AI dalam penulisan  ilmiah:

AI Based Applications  for  Generating Ideas  & Outlining Your  Draft:  Microsoft  Bing, Perplexity, Chat Gpt.
Generating Title and Abstract:  Writefull, Microsoft Bing, Chat Gpt.
Editing,  Grammar Checking  and  Auto  Corrections: Grammarly, Whitesmoke, Chat Gpt, Paperpal.
Translating Texts: Google Translate, Chat Gpt, Deepl.
Paraprasing: Quillbot, Chatgpt.
Summarizing Texts or Articles: Chat GPT, Microsoft Bing, Scholarcy,  Paper Digest.
Finding Research Gap: Chat GPT.
Reference Management: EndNote,  Mendeley.

Kita pemelajar, belajar tanpa batas!