home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
PULISAN
Laporan Kinerja BDK Manado
Laporan Keuangan BDK Manado
Pengaduan
Instagram
Youtube
Facebook
Jemput Bola ke Timur Indonesia untuk Menyusun Pelatihan yang Dibutuhkan Daerah
Balai Diklat Keuangan Manado
Senin, 1 Juni 2026 07:00 WIB
Selama ini, pelatihan pegawai sering kali disusun dari balik meja, lalu diturunkan ke daerah. Tapi bagaimana jika ternyata kebutuhan setiap daerah jauh lebih beragam dari yang dibayangkan? Pertanyaan inilah yang mendorong BDK Manado untuk turun langsung ke lapangan sepanjang awal 2026, menyambangi kantor pajak, kantor bea cukai, inspektorat daerah, hingga pemerintah kabupaten di empat provinsi: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Hasilnya adalah sebuah peta kebutuhan belajar yang jauh lebih kaya dan kontekstual, lahir dari diskusi langsung dengan para pemangku kepentingan, bukan sekadar asumsi.
Salah satu temuan menarik datang dari Maluku Utara, wilayah yang belakangan tumbuh pesat berkat hadirnya kawasan industri pertambangan. Pertumbuhan ini membawa berkah ekonomi, tetapi sekaligus tantangan baru: dibutuhkan keahlian khusus untuk menilai aset-aset besar seperti pabrik pengolahan, dermaga, dan fasilitas pendukung industri lainnya. Baik pegawai pajak maupun pemerintah daerah setempat sama-sama membutuhkan penguatan kompetensi di bidang ini.
Menariknya, kebutuhan ini membuka ruang kolaborasi. Penilaian aset semacam itu ternyata bersinggungan dengan kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola pajak bumi dan bangunan. Artinya, unit Kementerian Keuangan dan pemerintah daerah bisa saling berbagi data dan pengalaman, alih-alih bekerja sendiri-sendiri.
Tidak semua daerah punya sumber daya berlimpah, dan justru dari sanalah lahir cerita-cerita inspiratif. Beberapa pemerintah kabupaten di wilayah kerja BDK Manado memanfaatkan platform belajar mandiri seperti Kemenkeu Learning Center untuk tetap mengembangkan kompetensi pegawainya tanpa harus mengandalkan perjalanan dinas yang mahal.
Salah satu kabupaten bahkan mendapat apresiasi dari Badan Pemeriksa Keuangan atas praktik baiknya dalam mengelola piutang pajak daerah, dan sempat diundang berbagi pengalaman dalam forum nasional. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi penghalang bagi daerah untuk tetap berinovasi.
Di lingkungan bea cukai, kebutuhan pelatihan banyak berkaitan dengan keterampilan teknis pemeriksaan barang ekspor, mengingat beragamnya komoditas yang melintasi pelabuhan-pelabuhan di kawasan ini. Sementara itu, di lingkungan pajak, ada kebutuhan untuk memperkuat kemampuan komunikasi para juru sita agar proses penagihan dapat berjalan lebih baik tanpa kehilangan sisi humanis.
Ada pula kebutuhan terkait penilaian aset milik daerah, yang saat ini tengah ditindaklanjuti BDK Manado bersama sejumlah instansi lain, termasuk rencana pelatihan bersama yang akan digelar di Ternate.
Yang membuat proses ini istimewa adalah pendekatannya, yaitu mendengarkan langsung kebutuhan dari lapangan, lalu menyusun program belajar yang relevan dengan konteks masing-masing daerah. Seluruh temuan ini kini menjadi dasar penyusunan program pelatihan BDK Manado ke depan, baik dalam bentuk pelatihan reguler, program unggulan, maupun skema kerja sama dengan instansi terkait.
Tujuannya adalah memastikan setiap pegawai Kementerian Keuangan dan pemerintah daerah di kawasan timur Indonesia mendapatkan bekal kompetensi yang benar-benar sesuai dengan tantangan nyata di wilayahnya, bukan sekadar pelatihan yang diseragamkan dari pusat.
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik