home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
Instagram
Facebook
Twitter
Youtube
Layanan Informasi Publik
Daftar Informasi Publik
Layanan Informasi dan Pengaduan di BDK Balikpapan
Menguatkan Akuntabilitas, Mengawal Program Prioritas Peran Strategis Lokakarya dalam Pengelolaan Keuangan SPPG
Balai Diklat Keuangan Balikpapan
Senin, 4 Mei 2026 14:02 WIB
Pengelolaan keuangan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Di balik pelaksanaan program yang menyentuh langsung masyarakat, terdapat proses administrasi dan pertanggungjawaban yang harus dijalankan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Hal tersebut menjadi fokus dalam Lokakarya Penyusunan Laporan Keuangan SPPG yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keuangan (BDK) Balikpapan pada 27 dan 29 April 2026 di Balikpapan dan Samarinda. Diikuti oleh 93 peserta yang terdiri atas pengawas keuangan dan akuntan SPPG dari wilayah Kalimantan Timur, serta menghadirkan Dr. Lili Khamiliyah, Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Gizi Nasional, sebagai salah satu narasumber.
Dalam paparannya, Dr. Lili Khamiliyah menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai aspek administratif, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program pemerintah. “Pengelolaan keuangan harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Peran Lokakarya dalam Penguatan Kapasitas
Latar belakang pengelola SPPG yang beragam menjadi salah satu tantangan dalam implementasi pengelolaan keuangan di lapangan. Perbedaan tingkat pemahaman dan pengalaman dalam penyusunan laporan keuangan mendorong perlunya peningkatan kapasitas secara sistematis.
Dalam konteks tersebut, lokakarya yang diselenggarakan oleh BDK Balikpapan tidak hanya berperan sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai wujud peran Kementerian Keuangan dalam memperkuat tata kelola keuangan khususnya terkait program pemerintah melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif. Lokakarya ini juga merupakan bagian dari sinergi Kemenkeu Satu, melalui kolaborasi antara BDK Balikpapan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung penguatan pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangan di lapangan.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber yang kompeten, antara lain Dr. Lili Khamiliyah selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Gizi Nasional; Windra Sulung Mahardika selaku Widyaiswara BDK Balikpapan; serta Jimmy Ariyanto selaku Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I B Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan pemahaman yang menyeluruh terkait kebijakan, konsep, dan praktik pengelolaan keuangan.
Pendekatan pembelajaran dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Diskusi dan komunikasi dua arah menjadi metode utama dalam menggali permasalahan yang dihadapi di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif. Sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan arahan praktis terkait penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tantangan Implementasi di Lapangan
Meskipun demikian, implementasi pengelolaan keuangan di tingkat SPPG masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama adalah pemahaman terkait proses pertanggungjawaban keuangan yang harus mengacu pada peraturan perundang-undangan.
Selain itu, peran pengawasan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan. Pengawas keuangan yang ditempatkan di lapangan berfungsi untuk memastikan bahwa pengelolaan anggaran berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memitigasi potensi risiko.
Namun, efektivitas fungsi tersebut juga bergantung pada kapasitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, penguatan kompetensi melalui edukasi dan pembinaan berkelanjutan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Dari Pembelajaran ke Implementasi
Keberhasilan lokakarya tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari tindak lanjut yang dilakukan oleh peserta di lapangan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung dalam proses pengelolaan keuangan.
Lebih lanjut, peserta juga diharapkan dapat berperan sebagai agen pengetahuan dengan membagikan informasi kepada rekan kerja lainnya yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan serupa. Dengan demikian, dampak pembelajaran dapat diperluas secara berkelanjutan.
“Lokakarya ini harus ditindaklanjuti dengan implementasi di lapangan,” tegas Dr. Lili Khamiliyah dalam kesempatan tersebut.
Mendorong Tata Kelola yang Lebih Baik
Penyelenggaraan lokakarya dinilai berjalan efektif, didukung oleh suasana pembelajaran yang kondusif serta interaksi yang aktif antara peserta dan narasumber. Hal ini menjadi indikator bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan peserta.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah. Penguatan kapasitas pengelola keuangan SPPG menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa program prioritas pemerintah dapat berjalan secara optimal.
Pada akhirnya, tata kelola keuangan yang baik tidak hanya mendukung keberhasilan program, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun kepercayaan publik. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar prinsip, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam setiap proses pelaksanaan program.
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik