Perekonomian Terkini di Juli 2026
• Pada Semester I Tahun 2026, fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh, tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% pada Triwulan I Tahun 2026.
• APBN Tahun Anggaran 2026 hadir menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan (shock absorber), agen pembangunan (agent of development), dan instrumen untuk menjaga keberlanjutan fiskal (fiscal sustainability).
• Kinerja pendapatan negara pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan hasil yang positif, dengan realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.459.442,5 miliar atau 46,3% dari target APBN.
• Kinerja penerimaan perpajakan tetap terjaga melalui penguatan basis penerimaan, efektivitas implementasi Coretax, serta tetap kuatnya aktivitas ekonomi domestik.
• Kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tetap solid dan resilien, didukung oleh peningkatan kualitas dan cakupan layanan kementerian/lembaga dan BLU, penguatan kepatuhan serta penegakan hukum, serta pengelolaan penerimaan yang semakin efektif.
• Pada tahun 2027, arah dan strategi Kebijakan Ekonomi dan Fiskal dirancang dalam kerangka kebijakan yang terintegrasi dan sinergis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
• APBN berperan sebagai katalis dan instrumen countercyclical untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat perlindungan sosial yang tepat sasaran, mendukung dunia usaha, mengoptimalkan penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta menjaga disiplin fiskal.
#UangKita