home
Berita
Pengumuman
Artikel
Video
Maklumat Pelayanan
Janji Layanan
Motto Layanan
Instagram
Youtube
Facebook
BEFIC 2026: Kolaborasi Lintas Lembaga Menavigasi Transformasi Ekonomi Inklusif dan Etis di Tengah Pergeseran Global
Balai Diklat Keuangan Malang
Jumat, 18 September 2026 13:00 WIB
<p>MALANG — Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), dalam hal ini Pusdiklat Keuangan Publik dan Balai Diklat Keuangan (BDK) Malang, berkesempatan menjadi co-host pada kegiatan The 5th Brawijaya Economics and Finance International Conference (BEFIC) 2026. Program kerja sama BPPK dalam kerangka Center for Public Finance Research (CPFR) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) ini dilaksanakan untuk semakin meningkatkan peran edukasi, literasi finansial, dan praktik kebijakan agar manfaatnya dapat diimplementasikan secara komprehensif pada pengambilan kebijakan dan kepada masyarakat.<br /> The 5th Brawijaya Economics and Finance International Conference (BEFIC) 2026 mengusung tema "Navigating Global Shifts: Resilient, Inclusive, and Ethical Pathways for Economic Transformation". Konferensi internasional ini dilaksanakan secara hibrida di Gedung FEB Universitas Brawijaya serta disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube resmi BDK Malang dan Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut juga disiarkan secara live streaming sebagai bagian dari jejaring Global Development Learning Network (GDLN), di mana BPPK/FETA merupakan salah satu afiliasinya. Forum strategis ini menjadi ajang penting untuk merespons ketidakpastian dinamika ekonomi global melalui penguatan sinergi antarinstitusi.<br /> Keterlibatan kolaboratif berbagai lembaga menjadi kekuatan utama dalam edisi kelima ini. Pada hari ke-1 yang merupakan plenary session, forum bergengsi ini menghadirkan paparan strategis dari narasumber terkemuka asal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Lincoln University (Selandia Baru), Nagoya University (Jepang), Arabian Gulf University (Bahrain), University Malaya (Malaysia), Universiti Malaysia Sarawak (Malaysia), serta Universitas Brawijaya.<br /> Dalam sambutannya, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB, Dr. Rer. Pol. Ferry Prasetya, melaporkan bahwa sinergi lintas lembaga ini berhasil menarik sekitar 250 partisipan dari kalangan akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi industri. Acara ini mempresentasikan 67 makalah penelitian secara hibrida, dengan melibatkan 11 mahasiswa internasional dan delegasi ahli dari lima negara. Lebih lanjut disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UB, Prof. Ananda Sabil Hussein, bahwa beliau menyoroti komitmen institusi terhadap kualitas akademik. Beliau menekankan bahwa lompatan peringkat Universitas Brawijaya dalam QS World University Ranking ke posisi 616 pada tahun 2026 adalah modal krusial untuk memperluas jangkauan riset ekonomi di level internasional.<br /> Narasumber pada plenary session pada hari ke-1 menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan upaya praktis menjaga stabilitas sistem perbankan dan pentingnya memperkuat jaring pengaman keuangan menghadapi tiga pergeseran global utama: fragmentasi geopolitik, akselerasi teknologi, dan perubahan ekspektasi publik. Selain itu, narasumber selanjutnya menyampaikan pesan utama terkait peringatan agar transisi menuju ekonomi digital tidak terjebak semata pada efisiensi dan kecepatan transaksi. Beliau menekankan bahwa ketahanan sistem dan tanggung jawab etis mutlak diutamakan, sehingga kemajuan digitalisasi menjadi pendorong bagi ekosistem ekonomi yang aman dan berkeadilan, tanpa meminggirkan kelompok masyarakat rentan. Selain itu, diperlukan penguatan fondasi etika, nilai spiritual, serta ketahanan hukum dalam ekosistem ekonomi modern. Ekonomi Islam dan industri halal global kini berada di garis depan perdagangan internasional, di mana integrasi prinsip syariah dengan standar mutu modern membentuk rantai pasok yang transparan, beretika, dan berdaya saing tinggi. Untuk mengawal dinamika ini, diperlukan kepemimpinan yang berintegritas tinggi guna memastikan penyelesaian sengketa bisnis berjalan adil dan memiliki kepastian hukum yang kuat di tengah masyarakat modern.<br /> Aspek lain yang juga menurut narasumber perlu diperhatikan adalah penguasaan teknologi melalui peningkatan kompetensi digital yang selaras dengan kerangka kualitas global. Transformasi ekonomi yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya adopsi teknologi mutakhir dan literasi digital yang inklusif di berbagai sektor, baik publik maupun swasta. Hal ini memungkinkan para pelaku ekonomi untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, mendorong inovasi hijau, serta menjaga adaptabilitas dan daya saing jangka panjang di tengah era disrupsi digital yang bergerak cepat.<br /> Untuk pelaksanaan hari ke-2, akan dilakukan parallel session secara hybrid yang akan diikuti oleh para pemakalah lintas disiplin ilmu dan institusi dengan tematik terkait Global Economic Resilience and Regional Transformation, Digital Innovation, AI, and Business Transformation, Islamic Economics and Ethical Finance, Sustainability and Green Economy, Inclusive Development and Policy Reform, serta topik lain terkait ekonomika pembangunan.<br /> Pesan besar yang disampaikan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah forum strategis dapat menjembatani penyempurnaan dan implementasi kebijakan ekonomi, fiskal, dan sektor finansial sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat. Sampai bertemu kembali pada kegiatan BEFIC tahun depan.</p>
Layanan Informasi Unit
Layanan Informasi Kediklatan dan Pembelajaran
Layanan Bantuan dan Pengaduan
Informasi Publik