Tema Umum
  1. Hal apa yang pertama kali harus dilakukan Unit Eselon I untuk mengimplementasikan Learning Organization?

    Agar dapat mengimplementasikan learning organization secara optimal, unit eselon I mengawalinya dengan:

    • menetapkan visi yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan sumber daya manusia agar sejalan dengan pencapaian kinerja organisasi;
    • membangun budaya belajar termasuk pengelolaan perubahannya;
    • menyiapkan strategi untuk mencapai visi dan tujuan organisasi berupa dokumen yang menunjang pencapaian learning organization, seperti Standar Kompetensi Teknis-Jabatan, aturan terkait pola karir serta dokumen kebutuhan formasi pegawai, profil pegawai beserta rencana pengembangan karir individu, dan lain sebagainya; dan
    • memiliki struktur yang mengacu kepada jabatan pimpinan organisasi setingkat Eselon I dan Eselon II yang mempunyai kewenangan strategis dalam perumusan strategi organisasi dan pengelolaan sumber daya manusia.

  2. Apakah Learning Organization itu?

    Learning organization (LO) merupakan upaya mewujudkan Kemenkeu sebagai organisasi yang secara sistematis memfasilitasi pemelajar (individu, tim maupun organisasi) agar mampu berkembang dan bertransformasi secara berkesinambungan guna mendukung pencapaian kinerja Kementerian Keuangan.

    LO merupakan katalisator untuk mencapai kinerja organisasi Kemenkeu yang lebih baik. Dengan implementasi LO, Kemenkeu akan menjadi organisasi yang agile, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang semakin dinamis. Selain itu, akan terwujud budaya belajar di organisasi dan pengetahuan-pengetahuan di dalamnya dapat dikelola dengan baik. Dengan demikian, setiap elemen di dalam Kemenkeu dapat terus-menerus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sesuai dengan perkembangan terkini.


  3. Mengapa Kementerian Keuangan perlu menjadi Learning Organization?​
    • untuk mengantisipasi perubahan yang semakin cepat, disrupsi dan ketidakpastian di tingkat nasional dan global dalam rangka mewujudkan organisasi yang agile, adaptif, dan inovatif,
    • untuk meningkatkan budaya pembelajaran kolaboratif, digital, kreatif, dan mandiri bagi seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan
    • untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, akuntabel, dan kompeten, serta dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien
    • untuk meningkatkan kinerja individu, tim, dan organisasi dalam mencapai visi, misi, dan sasaran strategis Kementerian Keuangan
    • memelihara aset intelektual organisasi melalui manajemen pengetahuan
    • meningkatkan budaya berbagi pengetahuan baik di tingkat individu, tim, maupun organisasi

  4. Apa peran Kementerian Keuangan Corporate University (Kemenkeu CorpU) dalam implementasi Kementerian Keuangan Learning Organization?

    CorpU berperan sebagai strategi pelaksanaan pengembangan SDM sekaligus motor penggerak dalam mewujudkan learning organization melalui penyediaan pembelajaran yang relevan, aplikatif, berdampak tinggi, dan mudah diakses.


  5. Apa hubungan Learning Organization, Corporate University dan Knowledge Management?

    Kemenkeu LO merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai atas implementasi Corporate University di lingkungan Kementerian Keuangan. Sejatinya ini bukanlah hal yang baru, melainkan merupakan katalis yang menyatukan elemen-elemen terkait pembelajaran di lingkungan Kemenkeu yang telah ada.

    Dalam implementasi LO, CorpU merupakan strategi pelaksanaan pengembangan SDM dan merupakan motor penggerak untuk mewujudkan Learning Organization. Sedangkan, Knowledge Management berperan dalam knowledge creation dan retensi aset intelektual yang dapat mendukung implementasi CorpU maupun Learning Organization.


  6. Apa dampaknya apabila tidak mengimplementasikan Learning Organization?

    Dampak yang mungkin terjadi adalah:

    1. tidak terbangunnya budaya belajar pada pegawai Kementerian Keuangan
    2. tidak terwujudnya Kementerian Keuangan sebagai knowledge institution
    3. Kementerian Keuangan akan memiliki risiko menjadi tidak adaptif terhadap perubahan, kurang inovatif di dalam merespon tantangan dan kebutuhan stakeholders, serta berpotensi kehilangan aset intelektual yang sangat berharga

  7. Mengapa perlu ada 10 komponen dalam Learning Organization?

    10 komponen dalam LO merupakan pengejawantahan unsur-unsur pada CorpU. Implementasi learning organization di Kementerian Keuangan mengacu pada sebuah pendekatan sistem yang terdiri dari 10 komponen penggerak yang ada dalam Enterprise Learning System yang telah dimodifikasi, menyesuaikan dengan karakteristik operasional Kementerian Keuangan. Dalam LO komponen tersebut di elaborasi dari 5 prinsip Learning Organization yang meliputi Organization, People, Teknologi, Knowledge Management dan Learning. Dengan 10 komponen diharapkan implementasi Learning Organization pada Kementerian Keuangan dapat lebih optimal.


  8. Bagaimana jika ada satu atau beberapa komponen tidak diimplementasikan?

    Pada dasarnya implementasi Learning Organization pada Unit Eselon I telah berjalan dengan baik dan seyogyanya seluruh komponen dapat diimplementasikan secara optimal demi Kemenkeu menuju “Kesempurnaan”. Apabila ada diantara 10 komponen tersebut tidak diimplementasikan, maka dimungkinkan adanya kegiatan belajar yang tidak inline dengan target kerja/strategi organisasi, budaya belajar tidak tumbuh dengan optimal, pencapaian dan peningkatan kinerja organisasi tidak optimal, serta inovasi dalam penyelesaian tugas kurang maksimal.


  9. Apa yang harus dilakukan pemimpin dalam Learning Organization?

    Dalam Learning Organization, Pemimpin dapat:

    • menjadi role model’s, diantaranya berupa:
      1. ikut serta dalam pembelajaran sebagai learner;
      2. berbagi pengetahuan (knowledge sharing); dan
      3. menerapkan hasil pembelajaran dalam pekerjaan sehari-hari dalam rangka peningkatan kinerja (transfer of training).​

    • menjadi teacher yaitu dengan berperan sebagai pihak yang mengajarkan pihak lain baik internal maupun eksternal unit kerjanya dalam rangka improvement pelaksanaan pekerjaan dan pencapaian tujuan organisasi

    • menjadi coaches, mentors, counsellors, diantaranya berupa:
      1. membantu pegawai terkait pekerjaan;
      2. membimbing pegawai dalam menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi melalui self-learning, structured learning, social learning/learning from others, dan learning from experience/learning while working;
      3. melakukan supervisi pekerjaan;
      4. memberikan kesempatan untuk mencoba keahlian baru;
      5. memberikan instruksi yang jelas;
      6. memberikan feedback; dan
      7. memberikan reward and recognition

    • memiliki forward thinking leadership, diantaranya berupa:
      1. memahami kebutuhan pembelajaran dan menyelaraskannya dengan tujuan organisasi;
      2. melibatkan pegawai dalam membangun visi bersama pembelajaran; dan
      3. memberikan akses dan kesempatan belajar kepada pegawai baik secara mandiri maupun melalui pembelajaran terintegrasi sesuai dengan kebutuhan kompetensi

  10. Siapa yang menjadi penanggung jawab atas pelaksanaan implementasi Learning Organization di lingkungan Kementerian Keuangan?
    • Pimpinan satker bertanggung jawab atas kegiatan sehari-hari implementasi LO di satkernya
    • Bagian SDM bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan implementasi LO di Unit Eselon I terkait
    • Pejabat Tinggi Madya bertanggung jawab untuk memastikan LO diimplementasikan pada unitnya.

  11. Siapa yang melaksanakan implementasi Learning Organization di Kementerian Keuangan?

    Seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan sesuai dengan kewenangan dan perannya di dalam LO.


  12. Apa yang harus dilakukan oleh pegawai, baik sebagai individu, tim/kelompok, dan organisasi dalam rangka implementasi Learning Organization?

    Peran pegawai, sebagai pembelajar baik secara individu, tim/kelompok, dan organisasi, dapat dilihat pada link berikut. (RKMK PT ILO - Klasifikasi Dimensi Strategi Implementasi)


  13. Apa manfaat/pentingnya Learning Organization bagi pegawai?
    • Membiasakan pegawai untuk belajar, mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
    • Continuous improvement.
    • Memudahkan pegawai untuk mendapatkan pengetahuan dan solusi.
    • Memfasilitasi pegawai mencapai personal mastery karena Individu di dalam organisasi terus memfokuskan diri untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas diri dengan belajar dan memfokuskan energi untuk terus menerus memperdalam visi pribadi.
    • Memfasilitasi pegawai memiliki mental model yang selaras dengan tujuan organisasi.
    • Memfasilitasi pimpinan untuk membagi visinya sehingga menumbuhkan kesadaran jangka panjang para anggota organisasi untuk terus maju dan berkembang.
    • Mempererat ikatan bagi seluruh anggota didalamnya dengan melakukan dialog dan mentransfer ilmu yang dimiliki secara perseorangan. Dan dengan adanya dialog tersebut para anggota dapat terus meningkatkan kompetensinya masing-masing. Peter Senge menyebutkan bahwa, bukan hanya menciptakan hasil yang baik untuk organisasi, tetapi anggota dengan bersama-sama dapat lebih cepat menyerap informasi dan tumbuh lebih cepat dari pada melakukan proses pembelajaran secara pribadi atau perseorangan.
    • Menumbuhkan berpikir sistem sehingga individu dapat melihat sebuah organisasi sebagai sebuah proses yang dinamis.

  14. Bagaimana mekanisme pengukuran implementasi Learning Organization?
    1. Metode pengukuran:
      • Survei

        Survei dilakukan untuk mengetahui persepsi dari responden terhadap indikator yang ditanyakan. Responden adalah pegawai pada unit kerja yang menjadi sampel pengukuran tingkat implementasi learning organization pada setiap Unit Eselon I. Survei dilakukan menggunakan forms Kemenkeu.

      • Self-assessment

        Self-assessment dilakukan untuk mengukur tingkat implementasi learning organization yang datanya dimiliki oleh masing-masing Unit Eselon I. Self assessment dilakukan oleh Unit yang membidangi pengembangan pegawai di setiap Eselon I dan/atau unit sampel dengan data yang dimiliki sendiri dan kertas kerja dari Komite Penilai. Pengisian kertas kerja self-assessment dikoordinasikan oleh Unit yang membidangi pengembangan pegawai di setiap Eselon I

      • Penilaian dari Komite

        Penilaian komite dilakukan untuk mengukur tingkat implementasi learning organization yang datanya dimiliki oleh BPPK sebagai unit pengelola pembelajaran di Kementerian Keuangan. Data yang menjadi sumber penilaian merupakan data yang berasal dari Pusdiklat, Balai Diklat dan Sekretariat BPPK. Penilaian komite dilakukan oleh Komite Penilai yang berasal dari BPPK. Selain itu, komite penilai juga bertugas untuk melakukan reviu hasil self assessment.


    2. Pengukuran dilaksanakan secara periodik satu tahun 1 kali.
    3. Koordinator pengukuran: BPPK, PIC di unit Eselon I: Sekretariat Unit Eselon I c.q. Unit Kepegawaian
    4. Pelaporan hasil pengukuran dalam DKO Tahunan Tingkat Kementerian

  15. Bagaimana langkah mendokumentasikan pengetahuan secara efektif?

    Berikut adalah langkah-langkah pendokumentasian pengetahuan:

    1. Tuangkan pengetahuan yang sudah dimiliki ke dalam bentuk:
      • audio (mp3),
      • visual (teks, PDF, maupun infografis) dan/atau
      • audio visual (video).
    2. Dokumentasi pengetahuan ini dapat berasal dari pengalaman pegawai dalam menyelesaikan tantangan pekerjaan, atau hasil proses belajar baik itu structured maupun unstructured learning, yang dapat berguna baik organisasi dan pegawai lainnya. Selanjutnya, pastikan dokumentasi tersebut disertai dengan deskripsi dalam bentuk teks untuk memudahkan KMS melakukan indexing untuk mempercepat proses pencarian di kemudian hari.

    3. Berikutnya, unggah dokumentasi tersebut dalam KMS yang disediakan. Saat mengunggah, pastikan pula hak akses sudah diberikan dengan benar, apakah:
      • Level1 (individu tertentu saja),
      • Level2 (semua pegawai dalam Unit Eselon I saja),
      • Level3 (semua pegawai se-Kementerian Keuangan),
      • Level4 (publik/masyarakat umum).

    4. Dokumentasi tersebut kemudian akan direviu oleh Tim Penjaminan Mutu. Setelah proses reviu selesai, dokumentasi tersebut akan tayang dalam KMS dan tercatat sebagai aset intelektual organisasi.