Learner's Performance

Setelah tahap pembelajaran selesai, maka learner perlu mengimplementasikan hasil pembelajarannya agar bermanfaat bagi diri sendiri, tim kerjanya, maupun organisasi. Hal ini sejalan dengan prinsip learning organization yang tidak sebatas pada perolehan dan penyimpanan pengetahuan, namun juga pengimplementasikan dan pemanfaatan pengetahuan. Hasilnya digunakan untuk perbaikan berkelanjutan, peningkatan kinerja, dan bahkan penciptaan inovasi. Implementasi dan pemanfaatan hasil belajar ini adalah fokus dari komponen Learner Performance. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan budaya belajar dan proses pengelolaan pengetahuan berjalan dengan optimal, agar organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan sehingga menjadi organisasi yang lebih baik.

icon
  1. Gambaran Umum
    1. Pengertian
    2. Learner’s Performance sebagai salah satu komponen dalam learning organization, adalah hasil dari pembelajaran yang dilakukan oleh pembelajar (learners) setelah mengikuti pembelajaran untuk meningkatkan kinerja individu, tim, dan organisasi. Kinerja dari pembelajaran individu dan tim ini kemudian akan mewujudkan kinerja organisasi yang pada akhirnya mewujudkan kinerja dari learning organization.

      Learning organization adalah organisasi yang secara terus menerus dan terencana memfasilitasi anggotanya agar mampu terus menerus berkembang dan mentransformasi diri baik secara kolektif maupun individual dalam usaha mencapai hasil yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan bersama antara organisasi dan individu di dalamnya. Kinerja learning organization merupakan kinerja unit kerja yang dapat dilihat dari bagaimana organisasi mengimplementasikan komponen-komponen learning organization.

    3. Ruang Lingkup
    4. Ruang lingkup Learners Performance adalah hasil pembelajaran yang dicapai oleh pembelajar, baik pembelajaran yang dilakukan oleh individu maupun sebagai tim serta dampaknya bagi organisasi. Learners’ Performance mencakup hasil dari pembelajaran terstruktur yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing unit organisasi.

    5. Tujuan
    6. Tujuan dari komponen ini adalah memastikan budaya belajar dan proses pengelolaan pengetahuan organisasi berjalan dengan optimal melalui hasil belajar yang dicapai oleh individu, tim, dan organisasi. Pengelolaan pengetahuan dalam organisasi dapat dikatakan optimal apabila organisasi melakukan pembelajaran secara terus menerus dan mampu beradaptasi terhadap perubahan sehingga menjadi organisasi yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan komponen ini, pembelajar harus memiliki motivasi yang tinggi untuk terus belajar secara berkesinambungan, aktif mencari atau menggali potensi yang tersimpan di dalam diri dan mengubahnya menjadi tingkat pencapaian tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.

      Hasil pembelajaran dapat dilihat antara lain dari perubahan perilaku pegawai dalam melakukan pekerjaan dan peningkatan kinerja pegawai yang bersangkutan. Selain itu, dampak/manfaat pembelajaran juga dapat dilihat dari keterkaitan pembelajaran dengan pengembangan karir pegawai dalam rangka promosi, mutasi, atau rotasi serta dari kemampuan pembelajar dalam menangkap peluang dan menciptakan inovasi-inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bekerja (merubah cara bekerja dan hasil kerja).

    7. Subkomponen
    8. Dalam komponen Learners Performance, sebagaimana pada komponen Learners, ada 3 sub komponen berdasarkan jenis dari pembelajar, yaitu:

      1. Individual Performance
      2. Peter Senge (1990) di dalam Marquardt (2002) menyatakan bahwa Learning Organization dapat terjadi melalui individu yang menjadi pembelajar. Pembelajaran individu terjadi jika anggota organisasi sebagai individu mengalami proses pemahaman terhadap konsep-konsep baru yang selanjutnya meningkatnya kemampuan dan pengalaman individu untuk merealisasikan konsep tersebut, sehingga terjadi perubahan atau perbaikan nilai tambah pada tim kerja dan organisasi.

        Dalam komponen Learners Performance ini, individual performance adalah hasil pembelajaran individu setelah (pasca) mengikuti pembelajaran baik yang terstruktur dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) maupun dari hasil pembelajaran lainnya. Untuk hasil pembelajaran dari BPPK, pengukuran dampaknya dengan menggunakan model evaluasi The Kirkpatrick Model. Model evaluasi pasca pembelajaran untuk individu ini telah dijelaskan secara terperinci dalam komponen Learning Value Chain.

        Untuk hasil pembelajaran yang diperoleh individu di luar pembelajaran terstruktur dari BPPK, pengukuran dampaknya dapat dilihat dari ada atau tidaknya ide atau gagasan baru dalam cara bekerja dan hasil kerja (inovasi). Selain itu, dampak/manfaat pembelajaran juga dapat dilihat adalah dari keterkaitan pembelajaran dengan pengembangan karir pegawai dalam rangka promosi, mutasi, atau rotasi.

      3. Team Performance

        Sebagaimana pembelajaran individu, pembelajaran tim dapat dilakukan secara terstruktur dan/atau belajar mandiri, dilakukan secara kolaboratif dalam sebuah komunitas atau bimbingan, dan/atau dilakukan secara terintegrasi di tempat kerja. Pembelajaran tim dapat dilakukan secara individu sebagai anggota tim tertentu atau dilakukan langsung secara berkelompok sebagai satu tim.

        Team performance adalah hasil pembelajaran tim yang dapat dicapai antara lain melalui penyelesaian tugas atau proyek tertentu sesuai dengan yang dibebankan pada tim tersebut. Pencapaian hasil belajar tim dapat dilihat dari kontribusi individual ataupun secara bersama di dalam tim. Kontribusi individu akan berdampak pada peningkatan kinerja tim. Pengukuran secara individual dapat menggunakan evaluasi pasca pembelajaran level 3 dan level 4. Apabila hasil evaluasi menunjukkan hasil yang baik/bagus maka peningkatan kinerja individu ini akan berdampak pada perubahan perilaku dan peningkatan kinerja tim. Kontribusi secara bersama-sama dapat dilihat dari adanya cara-cara baru (inovasi) yang diciptakan oleh tim.


      4. Organizational Performance
      5. Dampak/manfaat pembelajaran individu dan pembelajaran tim akan menciptakan perubahan perilaku dan perbaikan kinerja dalam organisasi. Individu dan tim kerja yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dari hasil pembelajarannya untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan, akan menjadi individu dan tim yang inovatif dan pada akhirnya akan mendorong organisasi menjadi organisasi yang inovatif.

        Dampak/manfaat pembelajaran lainnya dapat dilihat dari keterkaitan pembelajaran dengan pengembangan karir pegawai. Hasil pembelajaran individu dan tim kerja yang bermanfaat untuk pengembangan karir pegawai akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Jika hasil pembelajaran dari individu dan tim dimanfaatkan oleh organisasi untuk memperbaiki kesalahan atau merubah cara kerjanya untuk mendapatkan hasil/kinerja yang lebih baik, maka pembelajaran organisasi telah terjadi. Hasil dari pembelajaran organisasi dapat dilihat antara lain dari perubahan perilaku organisasi, peningkatan kinerja organisasi, dan inovasi yang dilakukan oleh organisasi.


  2. Implementasi
  3. Dalam mewujudkan komponen learner’s performance yang optimal, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

    1. Individual Performance

      Untuk mencapai hasil pembelajaran individu yang optimal, maka yang dapat dilakukan antara lain:

      1. Pegawai harus mengetahui standar kompetensi jabatannya serta pola pengembangan karirnya.
      2. Pegawai memilih pembelajaran yang sesuai dengan dengan kebutuhan jabatannya sehingga dapat membantu pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.
      3. Pegawai menciptakan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bekerja
      4. Unit kerja mendukung dan mengakomodasi kebutuhan pembelajaran pegawai sebagai individu.

    2. Team Performance

      Untuk mencapai hasil pembelajaran tim yang optimal, maka yang dapat dilakukan antara lain:

      1. Pegawai sebagai anggota tim harus melakukan pembelajaran dengan keterlibatan secara langsung dalam suatu proyek tim.
      2. Anggota tim mengembangkan budaya untuk terus belajar dan melakukan dialog secara aktif dalam tim.
      3. Anggota tim menciptakan inovasi untuk peningkatan kinerja tim
      4. Unit kerja mendukung dan mengakomodasi kebutuhan pembelajaran tim

    3. Organizational Performance

      Agar dampak pembelajaran individu dan tim dapat optimal, maka yang dapat dilakukan antara lain:

      1. Unit kerja harus mendukung dan mengakomodasi kebutuhan pembelajaran individu dan tim.
      2. Unit kerja melakukan pemilihan pegawai untuk mengikuti suatu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensinya sehingga berdampak positif pada tujuan organisasi.
      3. Unit kerja memiliki dan mengetahui Standar Kompetensi Jabatan untuk setiap jenis jabatan dan memiliki rencana pengembangan karir pegawainya.
      4. Unit kerja mengadopsi inovasi hasil pembelajaran pegawai sebagai individu dan tim yang dapat meningkatkan kinerja organisasi.
      5. Unit kerja melakukan transfer manajemen pengetahuan dan mengembangkan teknologi informasi untuk membantu pengembangan dan peningkatan inovasi.

    4. Sarana Publikasi

      Unit kerja melakukan publikasi melalui media formal (korespondensi resmi) dan informal (cth: email, WA, secara periodik mengenai KMS dan media pembelajaran lainnya serta konten yang memiliki dampak langsung terhadap unit kerja terkait.

    5. Tim Teknis
      1. Unit kerja memiliki tim dukungan teknis terkait layanan KMS dan media pembelajaran lainnya;
      2. Unit kerja memiliki tim dukungan teknis terkait dokumentasi pengetahuan.

    6. Media Pembelajaran
      1. Unit kerja memastikan setiap pegawai memiliki kompetensi yang cukup untuk melakukan dokumentasi pengetahuan.
      2. Unit kerja memastikan ketersediaan peralatan untuk melakukan dokumen pengetahuan (cth: kamera, microphone, dsb).