Feedback

Setelah semua komponen telah diimplementasikan, organisasi perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang jelas atas kualitas implementasilearning organization dalam suatu periode. Evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis umpan balik atau feedback dari semua unsur yang berpartisipasi dalam proses belajar, baik dari internal maupun eksternal organisasi. Hasil evaluasi ini menjadi informasi berharga yang dapat dipergunakan sebagai tolak ukur untuk memastikan penerapan learning organization yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

icon
  1. Gambaran Umum
    1. Pengertian
    2. Organisasi perlu melakukan pengukuran dampak pembelajaran untuk memastikan keselarasan antara pembelajaran dengan peningkatan kinerja organisasi (Marquardt, 2002). Untuk memastikan dampak pembelajaran dapat diukur secara menyeluruh, maka organisasi membutuhkan feedback baik dari dalam maupun dari pihak eksternal. Selain menjadi salah satu komponen utama yang berfungsi untuk mengukur dampak dari pelaksanaan learning organization, feedback adalah faktor terpenting dalam menjaga perbaikan berkelanjutan dalam implementasi learning organization, sehingga pada akhirnya feedback system yang baik perlu untuk senantiasa dikelola dan dikembangkan.

      Feedback adalah input, masukan, dan pengaruh yang berisikan informasi berupa gap antara harapan/target dan kenyataan/hasil yang diberikan oleh pegawai, unit pengelola kinerja organisasi dan pengembangan SDM pada Unit Eselon I, Pimpinan Unit Eselon I, dan Komite Penilaian atas pelaksanaan learning organization yang telah dilaksanakan pada tahun berjalan. Secara umum feedback menyajikan informasi pengukuran gap antara target dan hasil dalam penilaian Learning Organization tahun 2020.

      Peran-peran tersebut sangat erat kaitannya dengan karakteristik kepemimpinan transformasi (transformational leadership), diantaranya pemimpin menjadi contoh moral dalam organisasi dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama, membangun budaya dan visi bersama, menumbuhkan lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran, serta memotivasi bawahan agar kreatif dan inovatif.

    3. Ruang Lingkup
    4. Ruang lingkup leaders meliputi seluruh pejabat struktural baik setingkat pejabat pengawas, pejabat administrator, dan pejabat pimpinan tinggi, serta pejabat fungsional yang setara.

    5. Tujuan
    6. Partisipasi leaders dalam proses pembelajaran bertujuan untuk mendorong pembelajaran individu (individual learning) dan pembelajaran berkelompok (team learning) dalam lingkungan kerjanya. Apabila peran tersebut dijalankan oleh seluruh leaders dalam organisasi maka pada akhirnya akan terbentuk sebuah budaya belajar (learning culture) yang merupakan bagian dari learning organization.

    7. Subkomponen
    8. Partisipasi leaders mewarnai setiap komponen pada learning organization. Subkomponen leaders’ participation in learning process meliputi:

      • Partisipasi leaders dalam komponen Strategic Fit and Management Commitment dan Learning Function Organization.

        Leaders membangun budaya belajar dan menyelaraskan pembelajaran dengan tujuan strategis organisasi.

      • Partisipasi leaders dalam komponen Learners

        Leaders memposisikan diri sebagai individu pembelajar dan menginspirasi bawahan dalam mengimplementasikan perbaikan terus menerus (continuous improvement)

      • Partisipasi leaders dalam komponen Knowledge Management
      • Leaders membangun budaya berbagi pengetahuan di seluruh elemen organisasi dan mendorong penerapan pengetahuan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

      • Partisipasi leaders dalam komponen Learning Spaces
      • Leaders memberikan akses dan kesempatan belajar kepada bawahan baik secara mandiri maupun melalui pembelajaran terintegrasi.

      • Partisipasi leaders dalam komponen Learning Solutions
      • Leaders membimbing pegawai dalam menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi melalui self learning, structured learning, learning from others, danlearning from experience.

      • Partisipasi leaders dalam komponen Learners’ Performance
      • Leaders memantau perkembangan kinerja pegawai melalui pemberian feedback, reward, dan recognition, serta mendorong terciptanya inovasi dalam bekerja.​ Peran leaders tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada, leaders as role models; leaders as teachers; leaders as coaches, mentors, and counselors (CMC); dan kepemimpinan yang berpikiran maju (forward-thinking leadership).


  2. Strategi Implementasi
  3. Implementasi pada komponen leaders’ participation in learning process melekat kepada komponen lain dalam learning organization sebagaimana dijelaskan berikut:

    1. Partisipasi leaders dalam komponen Strategic Fit and Management Commitment dan Learning Function Organization
      1. Pejabat struktural/fungsional melibatkan bawahan dalam membangun visi bersama pembelajaran.
      2. Pejabat struktural/fungsional memahami kebutuhan pembelajaran dan menyelaraskannya dengan tujuan organisasi.
      3. Pejabat struktural/fungsional menugaskan bawahan mengikuti pembelajaran sesuai dengan tugas dan fungsi, serta gap kompetensi yang dimiliki.
      4. Pejabat struktural/fungsional berperan dalam proses AKP dan mempertimbangkan hasil AKP dalam penugasan pembelajaran.

    2. Partisipasi leaders dalam komponen Learners
      1. Pejabat struktural/fungsional mengikuti kegiatan untuk menambah kompetensi sesuai dengan kategori pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.01/2018 tentang Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia.
      2. Pejabat struktural/fungsional melakukan diseminasi pengetahuan (knowledge sharing) kepada bawahan.
      3. Pejabat struktural/fungsional mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang didapatkan dari pembelajaran (transfer of training).
      4. Pejabat struktural/fungsional mengakui keterbatasan diri akan pengetahuan, informasi, atau keahlian dan bersikap terbuka atas berbagai masukan dari orang lain dalam diskusi.
      5. Pejabat struktural/fungsional melakukan diskusi dengan bawahan untuk menemukan area perbaikan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.

    3. Partisipasi leaders dalam komponen Knowledge Management
      1. Pejabat struktural/fungsional mengarahkan, memfasilitasi dan/atau memantau implementasi proses manajemen pengetahuan.
      2. Pejabat struktural/fungsional membiasakan kegiatan diseminasi pengetahuan (knowledge sharing) kepada bawahan.
      3. Pejabat struktural/fungsional memastikan bahwa tacit knowledge pegawai terdokumentasi dengan baik, sebelum yang bersangkutan berpindah tugas.
      4. Pejabat struktural/fungsional memberikan kesempatan kepada bawahan untuk bergabung dalam community of practice dan/atau community of interest.

    4. Partisipasi leaders dalam komponen Learning Solutions
      1. Pejabat struktural/fungsional menjadi penceramah pada pelatihan, pengajar pada pelatihan, pengajar pada PKN STAN dan/atau menjadi narasumber workshop di BPPK.
      2. Pejabat struktural/fungsional menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi/Bimtek/kegiatan lain yang diselenggarakan sendiri oleh Unit Eselon I.
      3. Pejabat struktural/fungsional melaksanakan coaching, mentoring, dan/atau counselling (di luar kegiatan Dialog Kinerja Individu/DKI).
      4. Pejabat struktural/fungsional membimbing bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan dan bersama-sama mencari solusi atas permasalahan.

    5. Partisipasi leaders dalam komponen Learning Spaces:
      1. Pejabat struktural/fungsional memberikan keleluasaan untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi, yang dilakukan secara mandiri (self learning) atau melalui pembelajaran terintegrasi (penugasan), baik secara online maupun offline.
      2. Pejabat struktural/fungsional membebastugaskan bawahan dari pekerjaan kantor selama mengikuti Pelatihan/PJJ.

    6. Partisipasi leaders dalam komponen Learners’ Performance
      1. Pejabat struktural/fungsional memberikan umpan balik (feedback) atas kinerja sebagai bagian pembelajaran berkelanjutan.
      2. Pejabat struktural/fungsional memastikan rencana aksi (action plan) dilaksanakan sesuai komitmen yang disepakati.
      3. Pejabat struktural/fungsional mendorong inovasi dalam pekerjaan melalui penerapan metode/cara baru.
      4. Pejabat struktural/fungsional memberikan penghargaan dan pengakuan (reward and recognition) kepada bawahan yang meningkat kinerjanya.