TATA CARA KOREKSI ARITMATIK PADA JENIS KONTRAK LUMP SUM

Oleh Muchamad Amrullah

Widyaiswara Muda Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan

Abstrak

Koreksi aritmatik dilakukan terhadap dokumen penawaran dengan membandingkan dengan dokumen pemilihan. Pada jenis kontrak lump sum, koreksi aritmatik dilakukan terhadap volume dan/atau jenis pekerjaan. Hasil koreksi aritmatik tidak mempengaruhi jumlah/total pengalian volume dengan harga satuan serta jumlah total penawaran penyedia.

Kata kunci : aritmatik, lump sum, volume

 

Pada saat diskusi dengan para pengelola pengadaan barang/jasa (PBJ) pemerintah, masih dijumpai perbedaan pemahaman tentang tentang koreksi aritmatik. Salah satu perbedaan tersebut  terjadi pada koreksi aritmatik pada jenis kontrak lump sum. Pertanyaannya adalah bagaimanakan sebenarnya tata cara koreksi aritmatik jenis kontrak lump sum.

Sebelum pembahasan tata cara koreksi aritmatik, perlu dipahami terlebih dahulu jenis kontrak lump sum. Kontrak lump sum berbeda dengan kontrak harga satuan. Kontrak lump sum mengikat pada total/jumlah, sedangkan harga satuan mengikat kepada harga satuannya. Konsekuensi atas sifat kontrak ini merupakan persetujuan atau persepakatan antara para pihak.

Peraturan Kepala (Perka) LKPP Nomor 14 Tahun 2012 yang merupakan petunjuk teknis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 yang sudah dirubah terkhir dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015, telah mengatur mekanisme koreksi aritmatik berdasarkan sifat dasar kontrak dan konsekuensi yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Koreksi aritmatik merupakan tahap persiapan evaluasi kewajaran harga. Untuk satu sampul (satu file) , ketika harga penawaran sudah dapat diketahui pada tahap awal, koreksi aritmatik dilakukan sebelum evaluasi administrasi. Sedangkan untuk dua sampul (dua file)  dan dua tahap, koreksi aritmatik dilakukan sebelum evaluasi biaya/harga. Dalam Perka LKPP tersebut, koreksi aritmatik jenis kontrak lumpsum diatur sebagai berikut:

  1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
  2. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
  3. hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai total harga penawaran pada bagian Lump Sum.

Ilustrasi dibawah ini, akan membantu pemahaman koreksi aritmatik pada jenis kontrak lump sum. Tabel  berikut ini adalah daftar kuantitas dan harga pada dokumen pemilihan dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) serta dokumen penawaran.

Dokumen Pemilihan + HPS

Dokumen Penawaran

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

A

20

20.000

400.000

A

15

20.000

300.000

B

50

10.000

500.000

B

0

9.000

0

C

10

30.000

300.000

       

D

30

20.000

600.000

D

30

30.000

800.000

E

40

10.000

400.000

E

50

9.000

450.000

Total

2.200.000

     

1.550.000

Kondisi 1, pada item A, terdapat perbedaan volume antara dokumen pemilihan dengan dokumen penawaran. Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama, tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan, dari 15 menjadi 20.
  3. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan jumlah/total, meskipun jika volume dikalikan dengan harga satuan semestinya berubah Konsekuaensinya penyedia tetap harus menyediakan 20.

Dokumen penawaran setelah koreksi aritmatik menjadi:

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

A

20

20.000

300.000

Kondisi 2, pada item B, terdapat perbedaan volume antara dokumen pemilihan dengan dokumen penawaran. Pada volume, penyedia tidak mengisikan volume (0), sedangkan daftar item dan harga satuan terisi. Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama, tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan, dari 0 menjadi 50.
  3. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan jumlah/total, meskipun jika volume dikalikan dengan harga satuan semestinya berubah. Jumlah/total penawaran tetap 0. Konsekuensinya penyedia tetap harus menyediakan sejumlah 50 tanpa menuntut pembayaran.

Dokumen penawaran setelah koreksi aritmatik menjadi:

Dokumen Penawaran

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

B

50

9.000

0

Kondisi 3, untuk item C, terdapat perbedaan antara dokumen pemilihan dengan dokumen penawaran, dimana penyedia tidak menawarkan item C, sehingga item, volume, harga satuan, dan jumlah kosong. Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Item dan volume dokumen penawaran disesuikan dengan dokumen pemilihan
  2. Harga satuan penawaran dan total/jumlah tetap kosong (0). Konsekuensinya walaupun penyedia tidak menawarkan item C, penyedia tetap harus menyediakan item C sesuai dengan volume yang diminta oleh dokumen pemilihan.

Dokumen penawaran setelah koreksi aritmatik menjadi:

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

C

10

0

0

Kondisi 4, Untuk item D, dokumen penawaran terdapat kesalahan matematik perkalian volume dengan harga satuan. Seharusnya, 30 x 30.000 = 900.000, tetapi tertulis 30 x 30.000 = 800.000. Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Item dan volume antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama, jadi tidak ada koreksi yang dilakukan
  2. Harga satuan 30.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat hanya jumlah/total penawaran. Konsekuensinya penyedia tidak boleh meminta pembayaran lebih dari 800.000.

Dokumen penawaran setelah koreksi aritmatik menjadi:

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

D

30

30.000

800.000

Kondisi 5, untuk item E, terdapat kelebihan volume sebesar 10 pada dokumen penawaran dibandingkan dengan dokumen pemilihan. Langkah aritmatik yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama, tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Volume antara dokumen pemilihan dan dokumen penawaran disesuaikan. Volumen dokumen penawaran diubah dari 50 menjadi 40. Kelebihan 10 item E tidak diambil dari penyedia.
  3. Harga satuan 9.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat adalah jumlah/total penawaran.
  4. Jumlah 450.000 tidak dilakukan perubahan meskipun terkesan ada kerugian sebesar 10 x 9.000 = 90.000. Tidak ada kerugian selama total penawaran masih dibawah HPS.

Dokumen penawaran setelah koreksi aritmatik menjadi:

Item

Volume

Harga Satuan

Jumlah

E

40

9.000

450.000

Demikian ilustrasi tentang tata cara koreksi aritmatik pada jenis kontrak lumpsum. Koreksi hanya dilakukan terhadap volume dan/atau jenis pekerjaan. Sedangkan harga satuan dan jumlah/total perkalian volume dan harga satuan tidak dilakukan koreksi. Semoga bermanfaat.

 

Daftar Bacaan:

  1. Perka LKPP Nomor 14 Tahun 2012
  2. Ramli, Samsul, Mengatasi Aneka Masalah Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, 2014, Visimedia : Jakarta

Paling Banyak Dibaca

  • Tetap Waspada! Penipuan Mengatasnamakan BPPK +

    Beredar surat palsu yang mengatasnamakan BPPK tentang "Diklat Sertifikasi Bendahara Tahun 2018." Dengan ini BPPK memberitahukan bahwa surat tersebut adalah Baca Selengkapnya
  • Menggagas Bentuk Birokrasi 4.0 +

    Oleh Siko Dian Sigit Wiyanto Dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang merupakan kelanjutan revolusi industri 3.0. Revolusi industri Baca Selengkapnya
  • Amunisi Baru untuk Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Keuangan 2019 +

    (Jakarta) – Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2019 segera datang di bulan Januari. Pelatihan yang Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016