Majalah Edukasi Keuangan BPPK Kembali Sabet Penghargaan Bergengsi

[Bandung] Kamis, 28 Maret 2019. Malam puncak apresiasi tertinggi bagi para insan public relations (PR), PR Indonesia Awards (PRIA) 2019 dihelat di Bandung, Kamis (28/3/2019) malam. Acara yang diselenggarakan di The Trans Luxury Hotel tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, salah satunya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

PRIA2

Kepala Bagian TIK, Sugeng Satoto (kiri) ditemani layouter Majalah Edukasi Keuangan, Bimo Adi, usai menerima penghargaan

Media cetak yang diterbitkan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Majalah Edukasi Keuangan berhasil meraih penghargaan Bronze Winner pada Kompetisi PRIA Award 2019 Kategori Media Cetak, subkategori Kementerian. Penghargaan ini merupakan kali kedua yang diterima setelah sebelumnya meraih penghargaan Inhouse Magazine Award (InMA) 2019 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Surabaya bulan lalu.

PRIA, sebagai ajang kompetisi PR yang bisa dikatakan paling komprehensif di Indonesia, merupakan salah satu barometer kinerja dan apresiasi di bidang kehumasan yang patut untuk diikuti oleh segenap praktisi PR korporasi, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan organisasi.

PRIA5

Bersama para penerima penghargaan lainnya

Penilaian PRIA 2019 dilakukan pada 21 Februari-6 Maret 2019 oleh tim juri, di antaranya Maria Wongsonagoro (PR INDONESIA Guru), Nico Wattimena (Senior Consultant PR), Arbain Rambey (Fotografer Senior Kompas), Asmono Wikan (Founder & Pemimpin Redaksi PR INDONESIA), Ika Sastrosoebroto (Managing Director Prominent PR), Titis Widyatmoko (Pemimpin Redaksi brilio.net), Jonathan Kriss Santosa (DM ID Brand Consultant), dan Noersiwan Bachtiar (Pemimpin Redaksi Majalah CSR).

Ajang PRIA kali ini melombakan beberapa kategori antara lain Owned Media, Kanal Digital, Program PR, Program CSR, Penanganan Krisis, Manual (pedoman) Tata Kelola Kehumasan, Departemen PR, Laporan Tahunan, Brand Visual Identity, hingga Terpopuler di Media.

Ridwan Kamil: Peran Public Relation dalam Industry 4.0

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam sambutan pembuka malam penghargaan Public Relation Indonesia (PRIA) Award 2019 menyampaikan pentingnya peran public relation dalam era Industry 4.0. Public relation ini harus diisi oleh orang-orang yang paham dinamika kemajuan. Ia pun mempertegas pesan kuncinya melalui sebuah pantun:

"Ada Syahrini berbaju kebaya
sedang ber-action di depan kamera
Negeri ini akan berjaya
jika public relation-nya juara"

Sebagai contoh, Ridwan Kamil mengaku saat ini sebagai objek dari PR, sekaligus sebagai subyek dari PR. Artinya sebagai Gubernur, kesehariannya akan selalu diberitakan, ditafsir, diterjemahkan, dibaca oleh banyak orang. "Tapi di sisi lain, sekarang adalah era digital, saya pun merupakan subyek dari PR. Saya memproduksi kalimat, saya memproduksi foto, saya menyusun copywriting-nya untuk menyampaikan pesan sesuai tujuan."

PRIA7

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memberikan sambutan pada malam penghargaan Public Relation Indonesia (PRIA) Award 2019

Lebih lanjut Ridwan Kamil menjelaskan sebuah temuan penting. Ia pernah diundang ke kantor Facebook sekitar tiga tahun yang lalu. "Pak Ridwan, itu karakter masyarakat Indonesia dalam berinteraksi di medsos. Apa dibilang? Orang Indonesia interaksinya sedikit pak kalau postingannya kalimatnya terlalu serius. Tapi kalau postingannya dalam kalimat yang banyak humoris, kalimat yang ringan, interaksinya tinggi. Itu orang Indonesia," ucap Ridwan Kamil menirukan ucapan pihak Facebook kala itu.

Mendengar ucapan tersebut, ia penasaran untuk melakukan sebuah eksperimen. "Pas mau (penghargaan) Adipura Kota Bandung, saya tulis: wahai warga Bandung, dalam rangka Adipura, buanglah sampah pada tempatnya. Yang komen cuma lima puluh. Mungkin kalimatnya terlalu pemerintah. Akhirnya saya hapus, kemudian saya unggah kalimat ajakan yang sama: wahai warga Bandung, dalam rangka Adipura, buanglah sampah pada tempatnya, dan jangan lupa, buanglah mantan pada tempatnya. Cuma ditambah kalimat itu maka lima ribu yang komen," sambung tokoh yang kerap disapa Kang Emil itu disambut gelak tawa peserta.

PRIA3

Penerima penghargaan berfoto bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Orang nomor satu Jawa Barat tersebut berpesan, berdasarkan temuan ilmiah itu lah, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat yang terpenting adalah pesan sampai, pemimpin tidak perlu terlalu kaku atau formal. Kalimat yang ringan adalah interaksi di era digital.

Dalam kesempatan tersebut Ridwan Kamil juga menyoroti rendahnya budaya literasi masyarakat Indonesia. Menurut Kang Emil, orang masih malas membaca, apalagi menulis, sehingga sangat rentan terprovokasi berita-berita hoaks. Dia mencontohkan, masyarakat dapat terpancing emosinya hanya dengan membaca judul sebuah berita. "Maka tantangan PR di masa depan, hari ini, bukan mencari informasi tapi memilah informasi." ungkapnya.

Paling Banyak Dibaca

  • MENGUPAS TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA DALAM APBN 2019 +

    Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah tahun 2019 ini diberi Tema “APBN Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Melalui Pembangunan (Investasi) Baca Selengkapnya
  • Menggagas Bentuk Birokrasi 4.0 +

    Oleh Siko Dian Sigit Wiyanto Dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang merupakan kelanjutan revolusi industri 3.0. Revolusi industri Baca Selengkapnya
  • Amunisi Baru untuk Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Keuangan 2019 +

    (Jakarta) – Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2019 segera datang di bulan Januari. Pelatihan yang Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016