BPJS Kesehatan Kunjungi BPPK Mencari Tahu tentang Kemenkeu Corpu

[Jakarta] Selasa, 6 Februari 2018. “Apa sih keuntungannya BPPK menjadi Corpu?” adalah pertanyaan sederhana tetapi menggelitik yang terlontar dari Admiroseva, Manajer Manajemen Mutu Lembaga Sertifikasi Profesi BPJS Kesehatan kepada BPPK.

“Meski sebenarnya yang berhak menilai berhasil tidaknya Corpu adalah stakeholder kami, tetapi bagi kami sendiri, menerapkan Corpu membuka kesempatan bagi kami untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah kami lakukan, atau mendalami hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu kami prioritaskan  dalam pencapaian tujuan organisasi,” jawab Rs. Wisnu Wardana Hariadi, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) BPPK.

Sebelum menjadi Corporate University (Corpu), BPPK memang hanya mengenal dua jenis pelatihan saja, yaitu tatap muka dan blended learning. Setelah menjadi Corpu, pelatihan yang diselenggarakan BPPK bertambah setidaknya menjadi 15 bentuk pelatihan seperti Community of Practice, mentoring, internship, dan lain-lain.

Mengetahui lebih dalam terkait Corpu di Kementerian Keuangan menjadi salah satu agenda dari perwakilan Direksi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPJS Kesehatan, yang melaksanakan benchmarking ke BPPK hari ini (6/2). Hal ini merupakan sebuah kebanggaan karena jika satu-dua tahun lalu, BPPK-lah yang melakukan benchmarking ke Corpu milik unit organisasi lain, saat ini BPPK menjadi salah satu tujuan benchmarking Corpu.

Benchmarking BPJS

Segenap perwakilan Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan melakukan benchmarking ke Kemenkeu Corpu

Delapan perwakilan dari BPJS Kesehatan yang dipimpin oleh Irfan Humaidi, Deputi Direksi Bidang Diklat BPJS Kesehatan diterima dengan hangat oleh Kepala Bagian OTL, Rs. Wisnu Wardana Hariadi, Kepala Bagian TIK, Sugeng Satoto, dan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Diklat Pusdiklat KU, Pandu Patriadi, beserta segenap pejabat/pegawai di BPPK. Selain ingin melakukan pendalaman terkait Kemenkeu Corpu, perwakilan BPJS Kesehatan tersebut juga ingin menggali lebih dalam tentang knowledge management, sistem pengembangan pegawai, dan bentuk blended learning yang dilakukan oleh BPPK. Namun, diskusi yang berlangsung hampir tiga jam tersebut juga turut membahas berbagai program dan terobosan lain yang dilakukan oleh BPPK seperti peluncuran buku APBN 2016, kegiatan open night class, dan lainnya.

Angga Firdauzie, salah satu perwakilan peserta mengungkapkan bahwa pertemuan ini memberikan inspirasi bagi mereka untuk melakukan inovasi mengingat Knowledge Management Creation menjadi salah satu Key Performance Indicator (KPI) yang dibebankan kepada mereka dimana dalam satu tahun harus ada 2 inovasi baru yang dilakukan. Pertemuan pun diakhiri dengan penyerahan plakat dan foto bersama.

Paling Banyak Dibaca

  • Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan LK K/L +

    [Bogor, 4 Januari 2018] Pagi ini Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menyelenggarakan Lokakarya pertamanya di tahun 2018. Pembukaan lokakarya yang bernama Baca Selengkapnya
  • Diklat Pembuka di Awal Tahun 2018 +

    [Medan] Senin, 10 Januari 2018. Diklat Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Angkatan I dan Diklat Teknis Substantif Spesialisasi Baca Selengkapnya
  • Latsar CPNS Golongan II Tahun 2018 sangat Istimewa +

    [Malang] Balai Diklat Keuangan Malang menyelenggarakan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Periode I Tahun 2018. Kepala Balai Diklat Keuangan Malang, Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016