Debat AIK

Pontianak - Iki Rizal dan Rizki Hendrian Khotibianto membawakan materi Analisis Isu Kontemporer (AIK) dengan tema Bijak dalam Bermedia Sosial dan LGBT dalam Ceramah Latsar CPNS Golongan II Periode 3 Tahun 2019 dengan cara yang cukup unik. Gaya santai dan menghibur menjadi sebuah tantangan bagi keduanya untuk dapat dikolaborasikan dengan materi yang hangat untuk dibahas bersama.

AIK 1Iki dan Rizki sedang membawakan acara debat AIK di panggung Aula Gedung Kelas Lt. 3


Berbagai konsep acara telah digunakan demi mengemas acara dengan cara yang berbeda. Dari periode-periode latsar yang lalu, kemasan acara selalu dibuat berbeda.

Rizki mengatakan, "Periode 1, kami mengemas acara dengan model talkshow. Saya menjadi pembawa acara, Kasi Penyelenggaraan dan Kasi Evaluasi berperan sebagai narasumber. Kalau periode 2, BDK mengundang narasumber dari Kominfo untuk membawakan ceramah sebagaimana biasanya, jadi saya off untuk ikut di periode 2. Nah di periode 3, saya diminta lagi berperan oleh Kasi Penyelenggaraan untuk menjadi pembawa acara materi ini".

Pertama kali konsep acara ceramah ini diubah adalah pada latsar tahun 2018. Saat itu, Wawan Ismawandi yang menjabat sebagai Kepala BDK Pontianak mengajak Rizki dan A. Ramdhani Zainuddin (Kasi Penyelenggara) membahas konsep acara yang berbeda.

A. Ramdhani Zainuddin mengatakan, "Delivery materi dengan metode ceramah kadang membosankan dan sudah banyak metode seperti itu dilakukan untuk materi lain. Harapannya materi dapat secara efektif tersampaikan tetapi dengan metode gila yg membuat antusias peserta tinggi. Pilihan jatuh pada metode debat yang menyajikan berbagai isu ringan namun hangat serta kontemporer. Metode debat dipilih pada kesempatan kali ini karena metode talkshow, tanya jawab dengan narasumber sembunyi, sudah pernah dilakukan. Hal lainnya yg menjadi perhatian adalah narasumber harus berbusana semenarik mungkin".

Acara yang dikemas unik ini sukses menjadikan audiens fokus menatap ke arah panggung. 90 peserta yang terbagi menjadi 4 kubu, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk saling mengomentari topik-topik bahasan yang disajikan melalui slide di samping kanan dan kiri panggung.

"Skenario biasanya ditulis 1 hari sebelum hari H sebagai hasil diskusi ringan dengan beberapa rekan. 2 jam sebelum acara, skenario/narasi didiskusikan lagi dengan rekan yang akan terlibat untuk menyamakan frekuensi. Pada saat acara berlangsung, semua pihak memainkan perannya sesuai skenario dengan beberapa improvisasi", tambahnya.

A. Ramdhani Zainuddin atau yang biasa dipanggil Kang Dhani menyampaikan bahwa materi ini adalah challenge bagi mereka untuk bisa mengemas acara dengan metode delivery yang berbeda dari periode ke periode.

AIK 2

Kasi Penyelenggaraan menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

AIK 3

Iki Rizal menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

AIK 4

 Rizki Hendrian K menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

Di akhir acara, tiga peserta kategori paling aktif mendapatkan souvenir dari BDK Pontianak sebagai apresiasi atas keberanian berpendapat dan mengolah kalimat sehingga menjadikan acara semakin menghangat dari awal hingga akhir acara.

Paling Banyak Dibaca

  • MENGUPAS TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA DALAM APBN 2019 +

    Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah tahun 2019 ini diberi Tema “APBN Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Melalui Pembangunan (Investasi) Baca Selengkapnya
  • Menggagas Bentuk Birokrasi 4.0 +

    Oleh Siko Dian Sigit Wiyanto Dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang merupakan kelanjutan revolusi industri 3.0. Revolusi industri Baca Selengkapnya
  • Amunisi Baru untuk Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Keuangan 2019 +

    (Jakarta) – Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2019 segera datang di bulan Januari. Pelatihan yang Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016