Permodelan Ekonometrika dalam Menunjang Kebijakan Fiskal

2 [JAKARTA] Pada hari Senin, 22 April 2019, bertempat di Ruang 701 Gedung Pusdiklat Keuangan Umum telah dilaksanakan pembukaan Pelatihan Ekonometrika Tingkat Dasar yang direncanakan berlangsung selama 4 hari ke depan.

Pelatihan yang terdiri dari 34 jam pelajaran ini didesain untuk meningkatkan kompetensi terkait dasar-dasar ekonometrika dan analisis regresi sederhana sehingga peserta mampu melakukan analisis ekonomi secara umum atau melakukan forecasting/prediksi terkait kondisi ekonomi di masa yang akan datang.

Ceramah current issue pada pelatihan ini diisi oleh Bapak Rudi Hartono, Peneliti Madya Badan Kebijakan Fiskal, yang menyampaikan mengenai penggunaan model ekonomi khususnya di lingkup Badan Kebijakan Fiskal.

Berbeda dengan ilmu pasti seperti fisika dan biologi, ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial laboratoriumnya berada langsung di masyarakat. Untuk melakukan riset kita tidak bisa melakukan isolasi terhadap obyek yang sedang diteliti sehingga kita memerlukan suatu model untuk menjelaskan suatu masalah ekonomi yang terjadi. Model ekonomi yang digunakan ini diharapkan dapat menyederhanakan dan menjelaskan fenomena ekonomi yang ada di masyarakat.

1

Dalam penelitian ekonomi, untuk melakukan analisis dibutuhkan persamaan atau objective function dari suatu kejadian dengan mempertimbangkan constrain seperti misalnya: apakah sumber daya cukup? apakah harga naik? dll. Jenis-jenis model ekonomi diantaranya: stochastic, mathematical, deterministic, dan qualitative model, sedangkan untuk ruang lingkupnya secara umum bisa dibagi menjadi macro-micro, national-regional, dan aggregate-sectoral.

Untuk tipe model ekonomi yang digunakan di Badan Kebijakan Fiskal ada 4, yang pertama yaitu Early Warning System (EWS), Sensitivity, Forecasting, dan Impact models. Masing-masing model ekonomi digunakan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam kebijakan fiskal.

Model ekonomi yang digunakan juga terus berkembang seiring dengan isu-isu baru yang perlu diteliti lebih jauh seperti misalnya tentang ketimpangan ekonomi, hubungan demografi dengan pembiayaan kesehatan, atau dampak perubahan harga minyak bagi APBN, dll.

Kunci dari penelitian ekonomi, peneliti harus memiliki pemahaman ekonomi yang baik terlebih dahulu baru kemudian menggunakan model ekonomi yang tepat, yaitu model ekonomi yang memiliki konsistensi, baik secara accounting maupun behavior.

3

Paling Banyak Dibaca

  • Tetap Waspada! Penipuan Mengatasnamakan BPPK +

    Beredar surat palsu yang mengatasnamakan BPPK tentang "Diklat Sertifikasi Bendahara Tahun 2018." Dengan ini BPPK memberitahukan bahwa surat tersebut adalah Baca Selengkapnya
  • Menggagas Bentuk Birokrasi 4.0 +

    Oleh Siko Dian Sigit Wiyanto Dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang merupakan kelanjutan revolusi industri 3.0. Revolusi industri Baca Selengkapnya
  • MENGUPAS TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA DALAM APBN 2019 +

    Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah tahun 2019 ini diberi Tema “APBN Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Melalui Pembangunan (Investasi) Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016