Pengumumanindeks

  • PENGUMUMAN PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI LOKAKARYA SERVICE LEVEL AGREEMENT FOR CUSTOMS OFFICER TA. 2018 DI DENPASAR +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN PELATIHAN TEKNIS KEPALA HANGGAR PABEAN DAN CUKAI T.A 2018 DI CIMAHI +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN PELATIHAN TEKNIS PENGAWASAN DAN PENANGANAN BARANG BERBAHAYA (METODE BLENDED LEARNING) T.A 2018 DI JAKARTA +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN HASIL PELATIHAN TEKNIS PEMERIKSAAN BARANG PENUMPANG WANITA TA. 2018 DI PALEMBANG +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN PELATIHAN TEKNIS PENYIDIK KEPABEANAN DAN CUKAI T.A 2018 DI JAKARTA +

    Baca Selengkapnya
  • Pengumuman Hasil Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Periode I Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2018 +

    Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3

Peraturanindeks

  • KMK Nomor 590/KMK.01/2016 ttg Pedoman Dialog Kinerja Individu di Lingkungan Kementerian Keuangan +

    Baca Selengkapnya
  • PER-2/PP/2016 Tentang Kerja Sama Program Pendidikan Dan Pelatihan Di Lingkungan Badan Pendidikan Dan Pelatihan Keuangan +

    Baca Selengkapnya
  • KMK Nomor 1329/KMK.01/2015 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian Keuangan +

    Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3

Berita Terbaruindeks

  • Peserta Open Class “Membuat dan Mengedit Video Dengan Mudah” Membludak

    [Yogyakarta] 14 November 2018. Praktisi kehumasan di lingkungan instansi pemerintah memiliki kewajiban untuk mengomunikasikan hasil kerja pemerintah maupun menyampaikan kegiatan organisasinya dengan cara yang kreatif dan menarik. Baca Selengkapnya
  • Bak Acara Wisuda, Orang Tua Peserta Pelatihan Turut Hadiri Penutupan Pelatihan DTU Kesamaptaan

    [Yogyakarta] 14 November 2018. Sekitar lima minggu lamanya peserta DTU Kesamaptaan Angkatan III dididik dan ditempa dengan latihan-latihan fisik, mental dan disiplin yang luar biasa. Baca Selengkapnya
  • BPPK Kembali Menyelenggarakan Mukernas Widyaiswara

    [Jakarta] Dalam dua hari terakhir, yakni tanggal 12 dan 13 November 2018, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak dipenuhi oleh para Widyaiswara Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang berasal dari seluruh Pusdiklat dan Balai Diklat Keuangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Para Widyaiswara tersebut berkumpul dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Widyaiswara, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh BPPK guna menjadi ajang para widyaiswara Kementerian Keuangan untuk urun rembuk membahas isu-isu terkini terkait pembelajaran agar menghasilkan rekomendasi-rekomendasi fundamental untuk kemajuan sistem pelatihan di Kementerian Keuangan. Baca Selengkapnya
  • Pelatihan Evaluasi Pascapembelajaran bagi Pegawai BPPK

    Proses Evaluasi Pascapembelajaran di lingkungan Kementerian Keuangan telah dituangkan dalam Peraturan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Nomor PER-1/PP/2018 tentang Pedoman Evaluasi Pascapembelajaran di Lingkungan Kementerian Keuangan, maka perlu adanya suatu program pelatihan yang dapat mengakselerasi penerapan dari peraturan tersebut. Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3

Portal

CONSCIOUS COMPETENCE LEARNING MODEL

 

CONSCIOUS COMPETENCE LEARNING MODEL

 

(Dari Tidak Menyadari Bahwa Dirinya Tidak Mampu Menuju Kemampuan Yang Tidak Disadari)

 

Oleh :

 

Widyarini, S.Psi.

 

 

Abstrak 

 

Conscious Competence Learning Model (CCLM) menjelaskan bagaimana proses belajar individu dan tahapan-tahapan yang dilaluinya dalam proses pembelajaran tersebut hingga seseorang menguasai suatu kompetensi atau ketrampilan tertentu.  Konsep Conscious Competence Learning Model (CCLM) pada awalnya dicetuskan oleh Abraham Maslow dengan teori Four Statge of Learning, kemudian dikembangkan oleh beberapa praktisi training secara terpisah, salah satunya adalah Noel Burch yang bekerja untuk US Gordon Training International Organisation sekitar tahun 1970-an. Tahapan pembelajaran dalam CCLM terdiri dari : Unconscious Incompetence, Conscious Incompetence, Conscious Competence dan Unconscious Competence.

 

Pada saat proses pembelajaran berlangsung tidak jarang seseorang menemui kesulitan dan hambatan. Kesulitan yang muncul seringkali berkaitan dengan “rasa sulit” yang muncul karena justifikasi yang mereka buat terhadap pengalaman diri sendiri selama mengikuti proses belajar tersebut. Justifikasi terhadap diri sendiri seperti : “Aku tidak mampu melakukannya dengan benar”, atau “Saya tidak cukup bagus melakukannya” atau bahkan “Saya tidak akan pernah bisa mempelajarinya….”, menjadi penghambat mental yang signifikan dalam proses pembelajaran. Perasaan semacam itu muncul karena orang tersebut tidak memahami kondisi kompetensi yang dia miliki saat ini, sehingga dia tidak tahu, kalau mau belajar  mau mulai dari mana. Tulisan ini membahas tentang tahapan belajar, yang awalnya diperkenalkan oleh Abraham Maslow sebagai Four Stage of Learning (Empat tahapan dalam belajar) pada tahun 1940-an.

Pemahaman tentang stage atau tahapan dalam belajar akan membantu seseorang untuk tetap fokus pada apa yang ingin dia capai dalam proses pembelajaran tersebut, tanpa kecemasan atau perasaan negatif tentang bagaimana caranya belajar. Bagi para pendidik, pengajar, fasilitator maupun para trainer, pemahaman terhadap CCLM ini juga sangat penting.  Seringkali para pendidik, pengajar, fasilitator maupun para trainer bertindak terburu-buru dalam memberikan materi pembelajaran atau pelatihan, tanpa berusaha terlebih dahulu memahami kondisi awal para pelajarnya / trainee-nya.  Mereka seringkali beranggapan bahwa para siswanya adalah orang-orang yang sudah mengetahui pengetahuan / ketrampilan apa (kompetensi macam apa) yang mereka butuhkan, dan seberapa banyak yang mereka butuhkan agar mereka bisa efektif.  Padahal bisa jadi diantara calon pelajar atau siswa tidak menyadari sepenuhnya bahwa dia tidak mampu. Dia juga tidak tahu apa relevansinya pengetahuan dan ketrampilan itu dengan dirinya. Akibatnya mereka tidak termotivasi untuk mempelajari suatu pengetahuan dan ketrampilan baru, karena memang tidak tahu apa yang tidak diketahuinya.  

Konsep Four Stage of Learning ini selanjutnya dikembangkan secara terpisah oleh beberapa orang. Beberapa diantaranya menggunakan beberapa istilah yang berbeda, seperti Learning Matrix, Conscious Competence Matrix,atau The Conscious Competence Ladder    meskipun esensinya adalah sama. Salah satu praktisi pelatihan yang mengembangkan konsep ini  adalah Noel Burch yang bekerja untuk US Gordon Training International Organisation pada tahun 1970-an. Noel Burch menggunakan terminologi Consious Competence Learning Matrix (CCLM) sedangkan W Lewis Robinson, menggunakan istilah 'conscious competence' . Dan ternyata pada tahun 1969 Martin M Broadwell juga pernah menjelaskan konsep 'conscious competence' model, dalam artikelnya yang berjudul 'Teaching for Learning'. Dalam naskah ini, penulis menggunakan istilah Consious Competence Learning Model (CCLM).  

Conscious Competence Learning Model (CCLM) menjelaskan tentang bagaimana individu belajar dan tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses pembelajaran tersebut hingga seseorang menguasai suatu kompetensi tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan unduh file yang menyertai artikel ini

 

 

 

Diklat Terkini

Artikelindeks

  • Pekerjaan Rumah Dalam Implementasi Asuransi Untuk Barang Milik Negara

    “Pengelola Barang dapat menetapkan kebijakan asuransi atau pertanggungan dalam rangka pengamanan Barang Milik Negara (BMN) tertentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.” Baca Selengkapnya
  • RAMBU-RAMBU PENGELOLAAN PERJALANAN DINAS JABATAN “PAKET MEETING”

    Oleh: Abu Samman Lubis* Abstrak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat pengelola anggaran satuan kerja (satker). Kewenangan mereka dapat mengakibatkan pengeluaran yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). PPK dalam menyusun rencana pelaksanaan atau KPA dalam menetapkan rencana pelaksanaan kegiatan berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Perjalanan dinas jabatan dalam paket meeting dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip perjalanan dinas dan peraturan perundangan yang berlaku. Semua kegiatan pelaksanaan kegiatan harus dipertanggungjawabkan dengan melampirkan dokumen-dokumen pendukung. Kata kunci: KPA/PPK, Paket Meeting, dan Pertanggungjawaban Baca Selengkapnya
  • Meraup Rupiah dari Ketenaran Selebgram

    Dengan memasarkan produk seseorang atau toko online lewat postingan mereka di Instagram, para selebgram ini mendapatkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan dari usahanya sebagai endorse toko online. Para selebgram ini tentu mematok tarif yang berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ada yang mencapai jutaan rupiah. Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016