Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jumat, 14 Februari 2020 14:45 WIB

Kepala Bagian TIK, Sugeng Satoto (kanan) menyerahkan plakat kepada
Kepala Pusdiklat BATAN, Fatmuanis Basuki (kiri)


[Jakarta] Jumat, 14 Februari 2020. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) menerima kunjungan patok banding (benchmark) dari Pusdiklat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada hari Kamis (13/2) pagi. Kedatangan peserta benchmark Pusdiklat BATAN bermaksud untuk mempelajari strategi corporate university (Corpu) yang telah berjalan di BPPK sehingga dapat diterapkan pada proses bisnis mereka.


Bertempat di Ruang B105 Sekretariat BPPK, Kepala Bagian TIK, Sugeng Satoto beserta beberapa pejabat BPPK lainnya menyambut para peserta benchmark Pusdiklat BATAN dengan ramah. Pada kesempatan tersebut, Sugeng menjelaskan tentang infrastruktur TIK dalam menunjang pembelajaran di BPPK untuk mencapai tujuan Kemenkeu Corpu. "Kami memiliki Kemenkeu Learning Center atau KLC sebagai media repository berbagai macam pengetahuan keuangan negara yang terdapat di Kemenkeu. Jadi pengetahuan tersebut tidak akan hilang meski pemilik knowledge nantinya sudah mutasi ke unit lain atau purnabakti," ujar Sugeng. Pihaknya juga tengah menyiapkan KLC 2.0 untuk lebih dapat mengakomodasi kebutuhan pembelajaran keuangan negara di Kemenkeu maupun kementerian/lembaga lainnya.


Dalam benchmark tersebut, Plt. Kepala Subbag Tata Laksana, Rahmat Tri Setiadi turut memaparkan tentang perjalanan BPPK menerapkan strategi Kemenkeu Corpu dari tahun 2015 hingga 2019. Menurut Rahmat, BPPK mengadopsi pilar-pilar yang terdapat pada House of Corpu. "Kami adopsi unsur-unsur yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di Kemenkeu itu seperti apa," lanjutnya. Selain itu, Rahmat mengungkapkan bahwa BPPK juga pernah melakukan benchmark ke beberapa badan usaha lainnya yang sudah terlebih dahulu menerapkan Corpu, salah satunya PLN Corpu.


Melengkapi penjelasan Kemenkeu Corpu, Kepala Bagian Penyelenggaraan Pusdiklat Keuangan Umum Wawan Ismawandi menyampaikan tentang implementasi strategi Kemenkeu Corpu dalam pelatihan di BPPK. Wawan menuturkan bahwa saat ini sudah banyak pelatihan di BPPK yang berbentuk e-learning. Menurutnya, pelatihan di BPPK tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari unit instansi lainnya di Kemenkeu. "Sehingga pada waktu kita mendesain sebuah analisis kebutuhan pembelajaran (AKP), kita juga berkoordinasi dengan unit lain itu mereka butuhnya apa, jadi tujuan pelatihan bisa tepat sasaran," ungkap Wawan.


Peserta benchmark Pusdiklat BATAN mengunjungi Studio e-Learning BPPK


Di akhir sesi, para peserta benchmark Pusdiklat BATAN berkesempatan mengunjungi Studio e-Learning yang terdapat di BPPK. Mereka mempelajari tentang peralatan apa saja yang dibutuhkan dan standar spesifikasi peralatan tersebut. (LH)