Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh Admin Pusdiklat KU
Senin, 03 Februari 2020 13:58 WIB


Direncanakan 30 pegawai Kementerian Keuangan yang berasal dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Anggaran, dan Badan Kebijakan Fiskal mengikuti Pelatihan Anti Money Laundering dan Asset Tracing selama 5 hari, yaitu 3-7 Februari 2020 di Aula Pusdiklat Keuangan Umum.


Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Wawan Ismawandi dan Kepala Subbidang Penyelenggaraan II Chobin Martanto, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam rangka melakukan pengawasan (terhadap kegiatan-kegaitan yang diindikasikan termasuk dalam kategori money laundering) dan melakukan kegiatan penelusuran aset (asset tracing).


Di sampaikan pula gambaran materi yang akan diberikan selama lima hari ke depan. Peserta akan menerima materi yang berjumlah 44 jam pelajaran, yang terdiri atas Pengantar Money Laundering (2 JP), Peraturan Terkait Anti Money Laundering (6 JP), Tipologi dan Modus Money Laundering (12 JP), Asset Tracing (12 JP), Kerja sama dan Pertukaran Informasi (2 JP), dan Studi Kasus (10 JP). Untuk penyampaian materi-materi tersebut, Pusdiklat Keuangan Umum mendatangkan pengajar/ widyaiswara dari Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia BPPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Pada saat penyampaian materi oleh KPK, kini tidak lagi menggunakan kertas-kertas, tetapi dalam bentuk softcopy/file sebagai wujud kepedulian pada lingkungan. Pada hari terakhir, lanjut Chobin, Studi Kasus yang dibahas adalah benar-benar analisis kasus tentang money laundering BPPK dan semua hasil estimasi studi kasus tersebut akan dipresentasikan per kelompok. Acara pembukaan pelatihan ini diakhiri dengan perkenalan antar peserta pelatihan dengan menyebutkan nama, unit, dan jabatan/tugas peserta masing-masing.


"Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat PSDM, Bjardianto Pudjiono memberikan materi"