Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh Admin Pusdiklat KU
Senin, 10 Februari 2020 16:34 WIB

[JAKARTA] Pada hari Senin tanggal 10 Februari 2020 bertempat di lantai 7 gedung Pusdiklat Keuangan Umum Pancoran, telah dilaksanakan pembukaan Pelatihan Jurnalistik yang dijadwalkan berlangsung selama 5 hari tatap muka. Pelatihan yang terdiri dari 43 jam pelatihan ini bertujuan untuk membekali pegawai Kementerian Keuangan terkait Corporate Journalism baik berupa teknik melakukan wawancara dan reportase, penulisan naskah jurnalistik (straight news dan feature), dan aktivitas corporate journalism lainnya yang diperlukan untuk kepentingan organisasi.



Pelatihan Jurnalistik dibuka secara langsung oleh Kepala Pusdiklat Keuangan Umum, Heni Kartikawati. Dalam ceramah pembukaan beliau menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa dengan mempelajari jurnalistik hal sekecil apapun bisa menjadi sesuatu yang besar apabila diolah dengan baik dan disebarluaskan. "Semua yang ada di Kementerian Keuangan sebenarnya cukup menarik untuk bisa diangkat menjadi tulisan yang dipublikasikan mulai dari APBN, perpajakan, utang, dsb, namun sering kali ada kritik dari masyarakat karena sulit dipahami bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang ekonomi/keuangan sehingga diperlukan penyederhanaan dan pemilihan bahasa yang tepat."


Untuk dapat melakukan hal tersebut, peserta pelatihan wajib memiliki pemahaman yang baik terhadap semua isu atau apa yang sedang hangat di masyarakat tentang Kementerian Keuangan. Dengan pengetahuan teknis yang cukup dan ilmu jurnalistik yang baik maka akan membantu masyarakat memahami kebijakan yang dijalankan Kementerian Keuangan dan meluruskan isu-isu yang tidak benar. Terkait khusus pengelolaan isu sensitif saat ini, dalam penyampaian pesan sebaiknya bersifat netral dan memperhatikan sosiokultural. Pesan yang diangkat oleh unit-unit juga harus sejalan dengan pusat dan dengan perspektif atau sudut pandang yang positif.


Dijelaskan pula secara singkat teori mengenai jurnalistik mengutip jurnalis senior Najwa Shihab. Tugas Jurnalis yaitu meliputi aktivitas mencari, mengumpulkan, mengolah/memverifikasi, dan menyampaikan informasi melalui media tertentu. Modal menjadi seorang jurnalis sendiri ada dua, yaitu pendidikan formal dan modal personal.


Pendidikan formal berupa studi fakultas komunikasi, sekolah wartawan, dan pelatihan-pelatihan untuk mengemas berita. Sedangkan modal personal untuk menjadi seorang jurnalis yang baik diantaranya: punya rasa ingin tahu dan kritis (tidak mudah percaya tapi selalu mencoba memverifikasi); harus ahli di semua hal meskipun sedikit-sedikit karena tema liputan yang banyak sehingga harus banyak belajar dan banyak membaca; dan yang cukup penting adalah networking/banyak bergaul. networking adalah kekayaan terbesar jurnalis karena dengan kenal banyak orang maka akan membuka kesempatan untuk bisa interview banyak orang.