Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh Admin Pusdiklat BC
Rabu, 29 Januari 2020 17:15 WIB

[Jakarta] Rabu, 29 Januari 2020. Pelatihan Teknis Pemeriksaan Barang Penumpang Wanita Tahun Anggaran 2020 berakhir sudah. Upacara penutupan Pelatihan Teknis Pemeriksaan Barang Penumpang Wanita tersebut dilaksanakan di Aula Padang Soedirdjo Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai. Pelatihan Teknis Pemeriksaan Barang Penumpang Wanita telah dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 29 Januari 2020. Upacara penutupan pelatihan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Diklat Bapak Aziz Syamsu Arifin serta dihadiri oleh pejabat struktural di lingkungan Pusdiklat Bea dan Cukai dan panitia penyelenggaraan.

Dalam sambutannya Bapak Aziz Syamsu Arifin menyampaikan bahwa pada tahun 2019 penyelundupan barang ilegal khususnya penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat lebih dari 400 kasus penyelundupan NPP pada tahun 2019 melalui transportasi darat, laut dan udara dengan modus operandi yang beragam. Besarnya angka penyelundupan dan variasi modus operandi menuntut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai garda depan penjaga perbatasan di seluruh Indonesia untuk cermat dan teliti dalam mengidentifikasi indikasi penyelundupan NPP dan barang ilegal lainnya. Pelatihan ini kemudian didesain untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan yang dibawa oleh penumpang wanita. Peserta telah dibekali dengan kompetensi dan keahlian mengenai profiling dan targeting penumpang, identifikasi NPP, bodycheck dan teknik pemeriksaan lainnya. Pusdiklat Bea dan Cukai berharap seluruh rangkaian pelatihan mulai dari tatap muka hingga simulasi dapat menjadi bekal para peserta dalam menghadapi kondisi dan situasi di lapangan. Kurang lebih 2 minggu peserta berlatih dan belajar di Pusdiklat Bea dan Cukai hingga menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang peserta ikuti. Sejatinya peningkatan dan pengembangan kompetensi diri merupakan kegiatan yang tidak akan pernah berhenti. Segala bentuk pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan merupakan sebagian kecil dari proses peningkatan kompetensi yang peserta miliki, selebihnya peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan media yang ada.

Diakhir sesi Acara, Beliau mengucapkan selamat atas selesainya seluruh rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut dan mengharapkan kepada seluruh peserta dapat kembali ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan kualitas baru yang lebih baik dibandingkan kualitas peserta sebelum mengikuti pelatihan.