Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh Admin Pusdiklat BC
Rabu, 22 Januari 2020 17:13 WIB

[Jakarta] Rabu, 22 Januari 2020. Lokakarya Transnational Organized Crimes Angkatan I Tahun Anggaran 2020 berakhir sudah. Acara penutupan lokakarya tersebut dilaksanakan di kelas 206 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai. Lokakarya Transnational Organized Crimes Angkatan I telah dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Januari 2020. Acara penutupan lokakarya tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bapak Aziz Syamsu Arifin serta dihadiri oleh pejabat struktural di lingkungan Pusdiklat Bea dan Cukai dan panitia penyelenggaraan.

Dalam sambutannya Bapak Aziz Syamsu Arifin menyampaikan bahwa ancaman Transnasional Organized Crimes dewasa ini telah berkembang sangat pesat. Ancaman mulai dari penciptaan narkotika sintetis baru sampai cybercrimes. Transnasional Organized Crimes tidak hanya mengancam keamanan negara tetapi juga ekonomi, lingkungan hidup, dan agenda pembangunan berkelanjutan. Transnasional Organized Crimes tidak hanya dilakukan perorangan, tapi saat ini sudah terorganisir dengan sangat rapi dan dikendalikan oleh korporasi. Lebih jauh lagi, Transnasional Organized Crimes merupakan kejahatan lintas batas negara sehingga dalam penangannya juga diperlukan ekstra effort serta koordinasi dan komunikasi yang baik antar instansi baik dalam maupun luar negeri. Untuk menghadapi ancaman kejahatan yang semakin terorganisasi tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia pabean dan pengawas perbatasan lainnya untuk dapat mengantisipasi dan mengcounter setiap peluang terjadinya Transnasional Organized Crimes. Dalam menjalankan tugas sebagai community protector, Bea Cukai tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan dari seluruh pihak. Karena Transnational Organized Crimes tidak hanya terkait Narkotika, money laundry, illegal weapon, CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) namun juga terorisme yang menjadi atensi khusus bagi Bea Cukai. Disinilah pentingnya peran DJBC dalam mengawasi keluar masuknya barang dan memastikan tidak ada penyelundupan barang-barang yang tidak semestinya, dan mengawasi keluar masuknya para pelaku yang dicurigai terlibat dalam kejahatan Internasional. Tugas yang di emban oleh pegawai Bea dan Cukai yang bersinggungan langsung itu sangat beresiko dan dituntut kewaspadaan diri setiap waktu. Walaupun demikian, pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus mampu melaksanakan tugas sebaik mungkin. Oleh karena itu, dengan selesainya lokakarya ini peserta diharapkan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang Transnational Organized Crimes dan pencegahannya untuk masuk ke Indonesia.

Diakhir sesi Acara, Beliau mengharapkan kepada seluruh peserta agar pengetahuan tentang Transnational Organized Crimes dan pencegahannya untuk masuk ke Indonesia serta segala pengalaman dan sharing kasus yang telah dilalui dapat dijadikan sebagai modal dalam meningkatkan hasil kerja peserta, sehingga pelayanan semakin sigap, dan pengawasan semakin kuat.