Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Selasa, 19 November 2019 11:33 WIB

[Yogyakarta] 18 November 2019. Pada Pasal 1 angka 10 Perpres No.16 Tahun 2018 dinyatakan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen atau yang biasa disingkat PPK dalam dunia pengadaan barang dan jasa adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk pengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah. Sehingga tugas pokok seorang PPK sangat berkaitan erat dengan penggunaan anggaran negara/anggaran belanja daerah. Oleh karena itu dalam pelaksanaan tugasnya seorang PPK dituntut memiliki keahlian, ketelitian, dan tanggung jawab yang besar. Apabila terjadi kesalahan dalam melaksanaan tugasnya maka akan mengakibatkan timbulnya kerugian negara yang pada akhirnya akan berujung pada tuntutan ganti rugi atau tuntutan lainnya.

Untuk memberikan tambahan pemahaman dan pengetahuan dalam rangka peningkatan kompetensi kepada para PPK/calon PPK, Balai Diklat Keuangan Yogyakarta selama 3 (tiga) hari ini 18 sampai dengan 20 November 2019 membuka pelatihan PPK. Dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY, Heru Pudyo Nugroho, pelatihan ini diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari para pegawai Ditjen Pajak, BPPK, dan Setjen Kementerian Keuangan.

Didampingi oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan BDK Yogyakarta, Kepala Kanwil memberikan sambutan sebelum membuka secara resmi pelatihan tersebut. Dalam sambutannya Kepala Kanwil menyampaikan bahwa dengan mengikuti pelatihan PPK ini benar-benar mampu meningkatkan kompetensi sebagai seorang PPK. Seorang PPK harus memahami peraturan-peraturan, etika, dan juga prinsip-prinsip pengadaan.

?Kalau kita paham aturan-aturannya, kita akan selamat. Menjadi PPK itu berat, tetapi sepanjang kita ikuti aturan mainnya, tidak meninggalkan dan mengabaikan etika serta prinsip-prinsip pengadaan pasti akan aman. Jangan tergoda dengan hal-hal lain?, ucap Heru

Dalam kesempatan yang sama, setelah membuka pelatihan ini, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY memberikan ceramah kepemimpinan kepada para peserta.

Dalam ceramahnya, Heru mengatakan bahwa seorang PPK harus berani mengambil risiko, karena kita bermain dengan risiko dan yang kita hadapi adalah risiko, yang terpenting tidak ada unsur merugikan negara.

?Tetap semangat jangan berkecil hati, menjadi PPK adalah orang-orang terpilih, dengan harapan bisa menegakkan nilai-nilai integritas dan kode etik pengadaan dengan baik?, pungkas Heru dalam ceramahnya.