Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh -
Kamis, 18 April 2019 07:36 WIB

Pontianak - Iki Rizal dan Rizki Hendrian Khotibianto membawakan materi Analisis Isu Kontemporer (AIK) dengan tema Bijak dalam Bermedia Sosial dan LGBT dalam Ceramah Latsar CPNS Golongan II Periode 3 Tahun 2019 dengan cara yang cukup unik. Gaya santai dan menghibur menjadi sebuah tantangan bagi keduanya untuk dapat dikolaborasikan dengan materi yang hangat untuk dibahas bersama.

AIK 1Iki dan Rizki sedang membawakan acara debat AIK di panggung Aula Gedung Kelas Lt. 3


Berbagai konsep acara telah digunakan demi mengemas acara dengan cara yang berbeda. Dari periode-periode latsar yang lalu, kemasan acara selalu dibuat berbeda.

Rizki mengatakan, "Periode 1, kami mengemas acara dengan model talkshow. Saya menjadi pembawa acara, Kasi Penyelenggaraan dan Kasi Evaluasi berperan sebagai narasumber. Kalau periode 2, BDK mengundang narasumber dari Kominfo untuk membawakan ceramah sebagaimana biasanya, jadi saya off untuk ikut di periode 2. Nah di periode 3, saya diminta lagi berperan oleh Kasi Penyelenggaraan untuk menjadi pembawa acara materi ini".

Pertama kali konsep acara ceramah ini diubah adalah pada latsar tahun 2018. Saat itu, Wawan Ismawandi yang menjabat sebagai Kepala BDK Pontianak mengajak Rizki dan A. Ramdhani Zainuddin (Kasi Penyelenggara) membahas konsep acara yang berbeda.

A. Ramdhani Zainuddin mengatakan, "Delivery materi dengan metode ceramah kadang membosankan dan sudah banyak metode seperti itu dilakukan untuk materi lain. Harapannya materi dapat secara efektif tersampaikan tetapi dengan metode gila yg membuat antusias peserta tinggi. Pilihan jatuh pada metode debat yang menyajikan berbagai isu ringan namun hangat serta kontemporer. Metode debat dipilih pada kesempatan kali ini karena metode talkshow, tanya jawab dengan narasumber sembunyi, sudah pernah dilakukan. Hal lainnya yg menjadi perhatian adalah narasumber harus berbusana semenarik mungkin".

Acara yang dikemas unik ini sukses menjadikan audiens fokus menatap ke arah panggung. 90 peserta yang terbagi menjadi 4 kubu, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk saling mengomentari topik-topik bahasan yang disajikan melalui slide di samping kanan dan kiri panggung.

"Skenario biasanya ditulis 1 hari sebelum hari H sebagai hasil diskusi ringan dengan beberapa rekan. 2 jam sebelum acara, skenario/narasi didiskusikan lagi dengan rekan yang akan terlibat untuk menyamakan frekuensi. Pada saat acara berlangsung, semua pihak memainkan perannya sesuai skenario dengan beberapa improvisasi", tambahnya.

A. Ramdhani Zainuddin atau yang biasa dipanggil Kang Dhani menyampaikan bahwa materi ini adalah challenge bagi mereka untuk bisa mengemas acara dengan metode delivery yang berbeda dari periode ke periode.

AIK 2

Kasi Penyelenggaraan menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

AIK 3

Iki Rizal menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

AIK 4

 Rizki Hendrian K menyerahkan souvenir kepada peserta latsar periode 3.

 

 

Di akhir acara, tiga peserta kategori paling aktif mendapatkan souvenir dari BDK Pontianak sebagai apresiasi atas keberanian berpendapat dan mengolah kalimat sehingga menjadikan acara semakin menghangat dari awal hingga akhir acara.