Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh -
Kamis, 07 Agustus 2014 04:27 WIB

Kementerian keuangan beberapa periode telah melaksanakan Diklat Purna Bhakti, dimaksudkan untuk memberi wawasan para purna bhakti untuk mempersiapkan diri agar tidak terjadi kevakuman dalam hidupnya sehari-hari. Diklat tersebut sangat bermanfaat yaitu mempersiapkan diri menjelang pensiun, dan dibekali keterampilan untuk menambah penghasilan di luar pensiun yang akan diterima tiap bulan tatakala pensiun.

 

Menikmati Pensiun di Usia Senja, Mungkinkah!?

Oleh: Abu Samman Lubis
Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Malang

 

ABSTRAK

Setiap orang menginginkan hidup bahagia. Berbagai cara dan usaha dilakukan agar kelak di kemudian hari pada saat dimana tidak lagi produktif bagi instansi tidak menjadi beban anak-anaknya atau orang lain.

Untuk mendapatkan ketenangan hidup dari sisi materi orang harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk mengelola keuangan dengan baik, melalui berbagai fase. Seseorang pada fase di usia    25 ? 55 tahun pada umumnya usia produktif, sudah harus mulai memperbaiki tingkat kehidupannya, dan memikirkan masa depannya.

Pada rentang waktu usia produktif tersebut sudah harus memikirkan sumber-sumber penghasilan  apa yang menjadi penopang hidupnya kelak setelah penisun di samping penghasilan pokok dari uang pensiun.   

Sumber-sumber penghasilan sebagai penambah penghasilan dapat bersumber dari investasi jangka panjang seperti tabungan, tanah, emas, deposito, rumah, asuransi. Berdasarkan hasil penelitian CITI FINQ  investasi paling populer di Indonesia adalah properti, dana tunai, dan asuransi.

Bagi mereka yang tidak mempunyai modal besar dapat berwirausaha kecil-kecilan, seperti buka warung, fotokopi, jual pulsa, beternak lele, dan lain-lain.

Kata kunci: Pensiun, hidup bahagia 

 

I. Pendahuluan

Kementerian keuangan beberapa periode telah melaksanakan Diklat Purna Bhakti, dimaksudkan untuk memberi wawasan para purna bhakti untuk mempersiapkan diri agar tidak terjadi kevakuman dalam hidupnya sehari-hari. Diklat tersebut sangat bermanfaat yaitu mempersiapkan diri menjelang pensiun, dan dibekali keterampilan untuk menambah penghasilan di luar pensiun yang akan diterima tiap bulan tatakala pensiun.

Setelah bekerja puluhan tahun baik itu sebagai pegawai negeri maupun swasta, suatu waktu pasti akan berakhir. Pada suatu ketika kita harus menerima kenyataan baik senang maupun tidak senang, regenerasi pasti berjalan. Bagi mereka yang mempersiapkan diri sedini mungkin tidak begitu mengkhawatirkan, bahkan seharusnya purna bakti adalah masa di mana waktu dinikmati dengan nyaman, bisa bertualang ke luar kota mengunjungi sanak saudara, mungkin melihat anak dan cucu atau saudara di kampung halaman atau ditempat lain. Dengan kata lain menikmati masa tua dengan bahagia dan suka cita adalah dambaan setiap orang. Bagi mereka yang sudah mempersiapkan diri baik secara fisik (ekonomi) maupun psikis tidak banyak masalah, tetapi bagi mereka yang belum siap secara ekonomi misalnya, akan menjadi beban pikiran tatkala pensiun, apalagi masih banyak tanggungan yang harus dipikul.

Menurut survei yang digelar HSBC pada tahun 2013 menunjukkan rerata responden memiliki harapan hidup selama 18 tahun ke depan, tetapi mereka hanya mampu membiayai hidupnya 10 tahun. Selanjutnya didapat fakta, 37 persen penghasilan pensiunan hanya bersumber dari uang pensiun dan manfaat lainnya. SVP & Head of Wealth Management HSBC Indonesia Steven Suryana mengatakan, seluruh responden yang berpartisipasi pada survei ini memperkirakan seluruh tabungan yang dikumpulkan selama masa produktif akan habis membiayai kehidupan saat pensiun. Khusus untuk kondisi di Indonesia, survei serupa yang diselenggarakan awal 2014 mengungkapkan, 93 persen responden berpendapat perencanaan pensiun merupakan hal yang amat penting.

Yang menarik survei itu menunjukkan mereka harus menunda usia pensiun dari 55 tahun ? standar kepegawaian yang berlaku ? menjadi 58 tahun. Bahkan, semakin tua usia responden, mereka semakin sadar bahwa usia pensiun perlu diperpanjang lagi. Perencanaan pensiun dengan baik dapat menjawab persoalan tersebut. Dengan demikian pensiunan dapat mempertahankan kualitas hidup dengan tidak hanya memenuhi kebutuhan utama, seperti makanan dan pakaian pascamasa produktif, tetapi juga kebutuhan lainnya, seperti liburan dan investasi. sehingga usia lanjut bukan alarm untuk berhenti atau beristirahat. Bagi sebagian orang, petualangan bahkan baru akan dimulai pada masa-masa lanjut yang relatif tenang dari kejaran pekerjaan, seseorang bisa lebih bebas memanfaatkan waktunya.

Namun pertanyaan yang muncul adalah apakah kita tatkala pensiun dapat mendukung kapasitas keuangan yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan hidup tatkala pensiun untuk menuju hari tua bahagia? Ini pertanyaan menjadi pokok masalah yang menjadi bahasan pada artikel ini. Sebelum menjawab pertanyaan di atas, dalam pengelolaan keuangan keluarga membagi kehidupan dalam bidang ekonomi menjadi tiga fase, yaitu: fase menerima, fase memberi, dan fase menikmati hidup.

Fase menerima berada dalam rentang usia 0 ? 25 tahun. Fase ini orang boleh susah setengah mati. Fase ini ditandai saat seseorang kebanyakan menerima ekonomi dari keluarga, khususnya orang tua, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari makan, pakaian, hingga uang sekolah/kuliah. Fase memberi berada dalam rentang seseorang di usia 25 ? 55 tahun. Seseorang di rentang usia ini umumnya produktif, memperoleh penghasilannya sendiri. Kebanyakan orang membangun keluarganya sendiri. Fase ini orang bekerja sekuat tenaga untuk memperbaiki tingkat kehidupan, dan dapat menghidupi diri dan keluarganya. Kecuali mereka yang mengambil putusan untuk hidup sendiri karena tidak mendapat pasangan yang cocok. Fase ketiga ada rentang seseorang berusia 55 hingga dia meninggal. Dalam fase ini, seseorang telah mencapai usia dan kondisi psikis paripurna. Memasuki usia pensiun, seseorang di usia ini kebanyakan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan formal. Dalam kondisi ideal, di fase ini seharusnya benar-benar menikmati fase terakhir dalam hidup mereka. Namun dalam fase ini (pensiun) telah terbayang di depan mata beban yang akan di hadapi yaitu:

1. kalau sakit, siapa yang melindungi secara menyeluruh atas biaya medis yang tidak mampu ditanggung keluarga pensiun.
Solusi: Pada usia lanjut terjadi kemunduran kondisi organ tubuh. Oleh karena itu, hidup diusia lanjut harus selalu tetap optimistis, ceria, dan berusaha selalu hidup sehat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap sehat di usia lanjut adalah faktor gizi (makanan dan pola makan), olahraga dan gaya hidup. Makanan dan pola makan yang sehat dapat membuat para lansia untuk hidup lebih sehat, tetap aktif dalam waktu yang lama, membantu melindungi diri dari penyakit, dan mempercepat penyembuhan bila terkena sakit.

2. kalau ingin mengunjungi keluarga, atau kedatangan tamu bagaimana kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kondisi ideal di masa tua itu berarti sejumlah hal. Utamanya, lewat pengelolaan keuangan yang cerdas, seseorang dapat hidup mandiri. Itu artinya mencapai kesejahteraan layak dan sekaligus tidak tergantung kepada anak-anak dan sanak keluarga. Sayangnya, banyak orang alpa menyiapkan fase ketiga ini. Tidak hanya di bidang ekonomi atau keuangan. Hal ini juga jamak menyangkut kesehatan. Orang banyak lupa menabung dan berinvestasi, di luar tabungan untuk anak-anak dan keluarga besar, untuk dirinya sendiri dan isteri/suaminya sebagai persiapan mereka tatkala memasuki usia pensiun.

Kapasitas keuangan tatkala pensiun harus cukup memadai. Untuk dapat mempertahankan kualitas hidup apa saja yang dibutuhkan? artinya tidak hanya memenuhi kebutuhan utama, seperti makanan dan pakaian pasca masa produktif, tetapi juga kebutuhan lainnya, seperti liburan dan investasi. Perencanaaan pensiun dapat meminimalkan kemungkinan warisan utang kepada anak-anak dan keluarga. Oleh karena itu untuk menuju hari tua bahagia perlu perencanaan pensiun untuk meminimalkan kemungkinan warisan utang kepada anak-anak kita. Lalu, bagaimana merencanakan pensiun yang baik itu?

Bagi mereka yang bekerja sebagai Pegawai negeri akan mendapat uang pensiun. Terhadap PNS maka besarnya pensiun adalah sekitar 75% dari gaji pokok terakhir. Jadi bila gaji pokoknya Rp 3.000.000,00 sebulan maka besarnya pensiun pokok Rp 2.250.00,00 sebulan. Apakah ini cukup kebutuhan hidup setiap bulan? Hal ini perlu dipikirkan tambahan penghasilan selain uang pensiun. Tapi dari mana penghasilan tersebut diperoleh?

II. Sumber penghasilan

Sebelum sampai dari mana sumber penghasilan didapat? Menurut berbagai sumber ada 10 investasi paling diminati orang Indonesia, versi survei Litbang KORAN SINDO, yaitu (1) tabungan, (2) tanah, (3) rumah, (4) emas, (5) deposito, (6) saham, (7) reksadana, (8) simpanan dolar, (9) apartemen, dan (10) obligasi. Investasi dapat diartikan sesuatu yang nilainya nanti akan meningkat.

Sedangkan menurut CITI FINQ: Citigroup melakukan survei tahunan di 11 negara di Asia Pasifik untuk mengukur tingkat kecerdasan finansial (kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan serta mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik). Survei terhadap 500 responden ini dirumuskan menjadi Citi Financial Quotient (Citi FinQ), bahwa investasi paling populer di Indonesia adalah (1) properti, (2) dana tunai, dan (3) asuransi. Dengan demikian properti menggeser posisi dana tunai (termasuk tabungan dan deposito) sebagai investasi paling populer. Disamping survei tersebut di atas ada investasi berupa Sukuk.

Bagi mereka yang masa pensiunnya masih panjang kira-kira 10 ? 20 tahun lagi, dapat mempersiapkan diri dengan (1) melakukan investasi dengan berdurasi jangka panjang. Bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dari awal untuk menambah penghasilan dapat melalui (2) wirausaha, hal ini membutuhkan keterampilan dengan mengikuti program pensiun yang diadakan kementeriannya atau melaksanakannya secara mandiri. dengan maksud dapat menjalankan usaha yang bisa menghidupi keluarga. Usaha kecil-kecilan seperti warung yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari, usaha martabak, dan usaha lainnya.

Pola ini sebenarnya memberi peluang lebih besar untuk menambah penghasilan. Namun juga berpeluang membuat kita lebih miskin bila gagal menjalani usaha. Karena itu, kalau ingin mencoba menjadi wirausaha, maka persyaratan paling utama adalah cukup kenal dengan bidang usaha yang akan digeluti, bukan cuma tertarik karena potensinya besar atau tergiur omongan orang yang mengatakan ada bisnis yang memberi keuntungan besar. Dalam menjalankan usaha ini bila perlu bisa menggunakan pekerja yang membantu supaya tidak memberatkan para pensiunan.

Mempersiapkan diri untuk jaminan hari tua yang pada waktunya akan mengalami pada fase ketiga yaitu fase pensiun. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa ada 10 investasi paling populer yang dminati oleh orang Indonesia berdasarkan versi survei Litbang Koran Sindo, yang akan kita uraikan secara singkat pada berikut ini:

? Tabungan
Menurut fakta Orang Indonesia memiliki kecenderungan memegang dana tunai dalam jumlah besar setara 12 bulan pendapatan pribadi. Sekitar 22% dari dana tunai tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari dan pengeluaran tak terduga, sisanya digunakan untuk tujuan jangka menengah hingga jangka panjang.
Padahal tabungan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman. Namun berdasarkan data, bahwa persiapan dana masyarakat Indonesia hanya sampai 6 ? 7 tahun ke depan. Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Tampak dari tingkat pengamanan kesejahteraan setiap individu melalui tabungan. Kebanyakan persiapan dana masyarakat Indonesia hanya bisa mengcover enam hingga tujuh tahun ke depan, tidak sampai 20 tahun. Solusinya, perlu mengubah gaya hidup yang lebih sederhana, lebih irit. Sisihkan tabungan untuk berinvestasi agar penjaminan kualitas hidup terus meningkat.

? Asuransi sebagai perlindungan maupun investasi tambahan
Asuransi dengan berbagai jenis. Ini berarti kita mulai aktif bekerja sudah menanamkan di asuransi, sehingga nanti bisa memenuhi kebutuhan hidup tatakala pensiun. Asuransi tersebut adalah asuransi jiwa, kecelakaan, asuransi kesehatan (melindungi diri atau keluarga, misalnya perlu dilakukan sedini mungkin dengan mengikuti asuransi kesehatan. Alasannya, penyakit datang tak mengenal waktu dan usia) Asuransi kesehatan dapat memberi jaminan secara lengkap maupun sesuai perjanjian, atau asuransi pendidikan menjelang anak masuk usia sekolah, orang tua bisa mengikutinya dalam program asuransi pendidikan tersebut. Sebagai contoh si kecil saat ini duduk di bangku TK dan satu tahun ke depan akan mendaftarkan diri masuk SD. Orangtua bisa segera membuat perencanaan pendidikan dan mengambil produk asuransi yang manfaatnya dapat meringankan beban biaya pendidikan. Saat si kecil masuk SD, perusahaan asuransi akan mencairkan dana yang bisa dipakai untuk mendaftarkan si kecil.

Begitu pula saat si kecil kelak akan mendaftarkan diri ke jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Bila jauh-jauh hari orangtua sudah membuat rencana pendidikan, manfaat asuransi akan terasa lebih besar dibanding premi yang harus dibayar tiap bulannya. Apalagi kenaikan biaya pendidikan di Indonesia setiap tahun, bisa mencapai 15 ? 20 persen.
Asuransi pendidikan juga dapat memberi manfaat jika di masa depan, orangtua mengalami halangan dalam mencari nafkah. Halangan tersebut, contohnya penyakit, kematian, atau kecelakaan sehingga tak bisa bekerja. Anak-anak yang telah diikutkan dalam asuransi pendidikan, dapat tetap, melanjutkan sekolah seperti rencana semula.
Masalahnya, asuransi sebagai salah satu komponen untuk merencanakan keuangan masa depan, menyediakan berbagai manfaat, tetapi tidak serta-merta menggugah kesadaran masyarakat untuk berasuransi, dan sedikit menjatuhkan pilihannya terhadap produk asuransi sebagai dana investasi, karena beragam penyebab, misalnya penghasilan perbulan rerata masyarakat Indonesia yang belum mencukupi. Selain itu, kuatnya kepercayaan masyarakat akan nasib masa depan yang ?biarlah mengalir begitu saja?. masih banyak perselisihan yang timbul antara perusahaan asuransi dengan nasabahnya di kemudian hari. Perselisihan itu umumnya terkait pembayaran klaim nasabah yang sulit atau berlarut-larut.


? Rumah
Berbagai cara menjadikan rumah sebagai aset bukan sebagai tanggungan. Banyak orang bekerja untuk rumah, mengeluarkan uang untuk rumah, dan melakukan banyak hal supaya punya rumah. sedikit orang yang berpikir kalau rumah bisa ?bekerja? untuk kita, rumah membiayai gaya hidup kita, bahkan rumah yang membuat kita kaya. Contohnya adalah rumah kos dan kontrakan.

? Tanah
Banyak para pemilik uang menginvestasikan uangnya untuk membeli tanah. Tanah di mana pun tempatnya dari waktu ke waktu harganya selalu naik, kecuali tanah tersebut menurut tata ruang misalnya di daerah tersebut dijadikan makam umum atau tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

? Emas
Merupakan salah satu produk investasi, harganya bisa melejit mengikuti trend internasional.

? Deposito
Diinvestasikan melalui deposito di bank karena dijamin oleh LPS sampai dengan Rp2 miliar, dan mendapatkan bunga setiap bulannya.

? Saham/Reksadana/Obligasi
Saham, reksadana dan obligasi merupakan instrumen investasi pasar modal. Pasar modal adalah tempat dimana bertemunya pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Instrumen investasi pasar modal antara lain (1) saham, adalah surat bukti penyertaan atas kepemilikan perusahaan. Pemiliknya berhak dapat deviden (pembagian keuntungan) dari laba yang dibagikan; (2) reksadana, adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi; dan (3) obligasi adalah surat berharga bersifat utang, diterbitkan oleh suatu pihak yang memiliki jangka waktu pelunasan/jatuh tempo tertentu (di atas 1 tahun) serta memiliki tingkat bunga (coupon) tertentu.

? Simpanan Dolar
Investasi berupa dolar bisa menguntungkan apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah.

? Apartemen
Investasi apartemen bisa juga menguntungkan karena meningkatnya kelas menengah di Indonesia, yang membutuhkan tempat tinggal yang praktis dan tidak jauh dari tempat bekerja.

? Sukuk Ritel
Surat utang syariah bisa menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat. Sukuk ritel imbal hasil hingga 8,75% pertahun (deposito bank BUMN rata-rata keuntungannya 7,5%). Selain itu, ada jaminan 100% dari negara. Contoh sukuk ritel seri SR-006 bertenor 3 tahun. Deposito maksimal dijamin Rp2 miliar, sedangkan saham tidak dijamin.
Sebagai disebutkan di atas bagi mereka yang masa pensiunnya masih panjang dapat melakuakn investasi jangka panjang. Tetapi bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dari awal dan baru terpikirkan menjelang pensiun maka dapat dilakukan dengan wirausaha. Program ini mengutamakan keterampilan (skillware) melalui penyediaan barang atau menjual jasa. Beberapa contoh dan prospeknya akan kita uraikan di bawah ini.

Dengan menumbuh kembangkan kewirausahaan setiap keluarga akan dapat menjadi tulang punggung ekonomi keluarga bahkan ekonomi negara. Dengan kewirausahaan akan menambah penghasilan kelurga bahkan menyerap tenaga kerja yang menjadi momok bagi pemerintah karena jutaan pengangguran belum dapat diatasi dan angka kemiskinan sulit untuk diturunkan.
Beberapa jenis usaha yang dapat dilakukan khususnya bagi mereka yang memiliki rumah dekat kampus atau menyewa/mengontrak rumah di lingkungan kampus. misalnya, (1) rumah kos. Rumah kos menjadi kebutuhan bagi para mahasiswa khususnya yang berasal dari luar kota; (2) kuliner, usaha kuliner di lingkungan kampus akan memiliki banyak pelanggan, (3) fotokopi, menjadi kebutuhan tugas para mahasiswa, namun ini harus mempunyai keterampilan untuk pemeliharaan, bila terjadi kerusakan biayanya bisa lebih besar dari omsetnya; (4) pulsa, sudah menjadi kebutuhan primer dan memudahkan untuk berkomunikasi secara fleksibel; dan (5) penatu (laundry), tidak semua anak kos mencuci sendiri pakaiannya sehingga laundry bisa jadi pilihan.

Bila tidak berada di lingkungan kampus, dalam bidang pertanian/perikanan, misalnya beternak lele di kolam beton bisa diatas tanah atau di atas rumah bertingkat, memelihara sapi atau kambing etawa, atau penyediaan arang dari tempurung atau batok kelapa yang selama ini banyak yang dibuang percuma, padahal cukup diolah secara sederhana untuk menjadi arang yang bernilai lebih. atau bisnis tanaman hias dengan risiko kecil. Sebenarnya banyak peluang untuk berwirausaha dengan bermodal besar atau sedikit. Namun perlu diperhatikan sebelum membuka usaha jangan sampai terjebak atau tergoda melihat kesuksesan orang lain dan serta-merta meniru tanpa mempertimbangkan situasi dan kemampuan.

Agar tidak terjebak hal demikian, ada baiknya merencanakan dengan baik usaha yang akan dijalankan, Beberapa hal yang patut perhatikan antara lain (1) membaca pasar, harus melihat kebutuhan apa yang sedang dibutuhkan dalam suatu tempat; (2) modal, merupakan hal yang utama untuk membuka usaha baru. Bila tidak mempunyai modal dapat meminjam melalui bank, koperasi atau secara perorangan; (3) strategi bisnis, apabila Anda sudah menyiapkan modal dan lokasi untuk berusaha, jangan lupa untuk mempelajari strategi bisnis. Dari mulai pemasaran, pengelolaan, dan pengawasan; (4) berani mengambil risiko, seorang pengusaha sukses harus berani untuk menerima kegagalan dan mengambil segala risiko yang ada. Keberanian dalam membuat keputusan dan membuat sebuah inovasi baru sangat berguna untuk menjadi seorang enterpreneur sejati; dan (5) pentingnya jaringan, bukalah jaringan seluas-luasnya karena dari relasi ini dapat terjalin hubungan bisnis baru. Dengan membuat jaringan pertemanan tersebut dapat membantu mengembangkan bisnis, memberi nasehat dan membantu di saat sulit

III. Simpulan

Masa pensiun merupakan periode di mana seseorang telah bekerja sekitar 25 tahun atau lebih dan tidak bekerja lagi. Biasanya pekerjaan yang dilakukan hanya bersenang-senang dan rileks.
Untuk masa pensiun, kebutuhan hidup sehari-hari di samping penghasilan dari uang pensiun dapat diperoleh dengan dua cara. Pertama melakukan investasi sejak dini. Dalam hal ini pegawai/pekerja dapat merencanakan secara matang dan tepat. seperti investasi melalui tabungan, tanah, rumah, emas, deposito, saham, reksadana, simpanan dolar, apartemen, dan obligasi. Kedua, dngan menjalankan usaha/wira usaha. Bagi mereka yang berusaha di lingkungan kampus, misalnya dapat memilih rumah kos, kuliner, fotokopi, jual pulsa dan laundry.
Selanjutna, yang tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha adalah dapat membaca pasar, harus mempunyai modal, menyiapkan strategi bisnis, harus berani mengambil risiko, dan pentingnya jaringan.
Jadi, menikmati Pensiun di usia senja dapat diraih,
Selamat mencoba!

DAFTAR PUSTAKA

Koran Sindo. 2014. ?10 Investasi Paling Diminati Orang Indonesia?. 19 Juni, Jakarta.
Kompas.2014. ?Inspiratorial?. 16 April, Jakarta.
Kompas. 2013. ?Pengelolaan Keuanga Fase Menikmati Hidup?. 12 Desember, Jakarta.
Kompas. 2008. ?Menyiapkan Program Pensiun?. 16 Maret, Jakarta.
Kompas. 2005. ?Yang Perlu Diperhatikan ebelum Membuka Usaha?. 15 Agustus, Jakarta.