Jl. Purnawarman No 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ditulis oleh Admin BDK Denpasar
Senin, 13 Januari 2020 14:19 WIB

Oleh : Gathot Subroto

 

Saya termasuk pengagum dan penganut  KISS Approach dalam fotografi : Keep It Simple, Stup*d.

Perjalanan hidup kita di dunia sangat beragam, penuh warna, berganti masalah satu ke masalah yang lain, rasanya sudah cukup memberikan ?keruwetan? tersendiri bagi mata kita dari hari ke hari, mungkin mata dan batin kita perlu dihibur dengan sesuatu yang lebih sederhana lebih simple.  Salah satu cara yaitu dengan menjadikan foto-foto kita menjadi lebih sederhana , dengan membatasi informasi dalam foto kita. Siapa tahu dengan berbagi foto aliran KISS Approach ini, dan kita share foto kita, bisa menjadikan setitik ketenangan bagi yang melihat foto kita setelah dalam keseharian selalu melihat dunia yang penuh masalah dan keruwetan.

 

Always remember that less is more.

 

Salah satu cara atau peluang kita membuat foto simple yaitu dengan memanfaatkan kondisi cuaca tertentu. Misalkan saat kondisi berkabut atau hujan. Kebanyakan kita selalu meletakkan kamera ketika, cuaca tidak seperti yang kita inginkan, dengan lebih sedikit menurunkan ego kita dan melihat subjek dan imajinasi secara simple, mungkin kita akan menemukan ?sesuatu? dalam cuaca yang tidak kita inginkan tersebut.

Pada kondisi cuaca yang cerah dan matahari bersinar dengan cantiknya, pandangan dan perasaan kita dihujani dengan detail dan warna warni. Dunia terlihat tajam dan berdimensi, semua terlihat jelas dan seolah memberikan kebebasan kepada kita untuk melangkah kemanapun disetiap sudut, seolah semua bisa kita ambil gambarnya dari setiap sisi.

Kondisi yang berkabut dan misty akan memberikan suasana dan cerita yang lain. Scene menjadi lebih simple, banyak detail alam yang hilang, pandangan pun juga terbatasi hanya pada subjek tertentu dan jarak tertentu.

Tetaplah melihat segala sesuatu yang masih bisa terlihat, dan cobalah berinteraksi dengan imajinasi anda atas subjek tersebut. Bergeraklah beberapa langkah untuk melihat benda-benda yang lain, lampu jalan, pohon, bebatuan, tiang listrik atau telepon, rongsokan kendaraan atau sekedar jendela tua. Jangan memaksakan diri untuk memotret benda-benda tersebut secara keseluruhan atau berkelompok, usahakan mengambil lebih sederhana, missal satu atau tiga pohon, atau kalau perlu bagian kecil dari subjek tersebut. Kalau ada subjek yang bisa kita pakai bermain komposisi garis patut kita manfaatkan, jembatan, jalan, sungai, tiang dan kabel listrik atau telepon , akan menggiring mata pelan-pelan ke ?sesuatu? yang misty dan mungkin misteri, karena garis secara gradual akan terpotong oleh kabut. Bisa juga cara ini digunakan di danau atau laut saat cuaca berkabut.

 

Apa yang anda lihat dan harus bagaimana?

Kita bisa menggunakan Lensa zoom untuk menolong kita dalam membuat komposisi yang minimalis, apabila tidak mempunyai lensa zoom, kita bisa menggunakan zoom kaki kita. Dengan lensa zoom akan membantu kita dalam menyeleksi area, mengeluarkan informasi yang tidak perlu pada frame kita, dan menghindarkan kita untuk membuat komposisi yang over complicated. Dengan memanfaatkan focal length akan mendekatkan mata kita terhadap subjek dan kita akan lebih bebas memilih subjek mana yang akan kita masukkan dalam frame ?sederhana? kita.

Subjeknya ?? Terserah, anything and everything, sakkarepmu lahhh !!!!

Subjek Arsutektur juga bisa kita gunakan untuk memulai belajar komoposisi yang simple, terutama bangunan-bangunan modern dengan desain minimalis, banyak variasi shapes dan banyak garis-garis yang bisa kita manfaatkan.  In facts, town and cities in general are good hunting grounds for simple shoots.

Dari dua studi kasus tersebut misty and foggy day dan town and cities  tersebut di atas, bukan menjadikan keharusan bahwa kita harus berharap pada dua kondisi tersebut untuk membuat foto simple dalam bahasan ini. Pada kondisi berkabut memang kita terbantu dengan pemandangan yang memang sederhana, sehingga kita lebih mudah membuat komposisi-komposisi sederhana, tetapi pada kondisi cerah pun kita tetap bisa membuat komposisi yang sederhana tentu saja dengan mengubah pandangan dan imajinasi kita untuk belajar melihat sesuatu scene yang simple di tengah-tengah scene yang penuh warna dan mungkin cukup complicated.

Lihat dan rasakan sesiatu yang simple, misal sebuah pohon dipuncak sebuah bukit, kita masih bisa membuat komposisi yang lebih simple dari scene yang simple tersebut. Misal dengan memberikan porsi bukit dengan foreground padang rumput lebih domunan dan member porsi yg lebih kecil untuk langit, dengan mengeluarka awan berarak nan rancak di langit dari frame kita. Gunakan gerakan meng-compose frame maju dan mundur (atau mainkan focal length zoom lens kita), naik atau turunkan pandangan kita (atau mainkan sudut lensa kita).

Langit biru yang cerah tanpa awan (atau abu-abu pekat jika dalam BW photography) sebenarnya menjanjikan warna dan pencahayaan yang ideal, tetapi di sisi lain juga terasa datar dan simple. Keberadaan awan mungkin bisa mengisi kekosongan tersebut tapi dalam dosis tertentu. Terlalu banyak awan dilangit juga akan menjadikan scene terasa ruwet dan lebih memaksa mata untuk menarik perhatian.

Seperti tujuan semula untuk mencari atau melihat gambar yang simple, intinya adalah bagaimana kita menyederhanakan otak dan imajinasi kita dan melihat dunia menggunakan sepasang mata yang fresh. Dengan bahasa yang sedikit berat, Lihat dan berfikir sebagai Zen dan lakukan sesuatu untuk membuat the art of photography.

It takes practice, but we will get there ini the end.

 

 

 

 





Artikel Terbaru
Pola Komunikasi Internal Instansi Pemerintah
Pola Kerja Instansi Kehumasan Era Delayering
Bauran Media Komunikasi untuk Efisiensi yang Optimal