Jangan Ada Persaingan antar PNS

Di tempat kerja, kehadiran setiap orang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dengan kompetensi berkualitas dalam peningkatan kinerja. Berkontribusi dalam semangat kolaborasi adalah sebuah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhir tetaplah untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi tercapainya tujuan organisasi.
Kompetisi yang sehat di dalam organisasi dipercaya dapat menghasilkan sesuatu yang positif buat organisasi dan perkembangan karir pekerja. Sejatinya, kompetisi dan persaingan akan menghasilkan kualitas individu yang lebih baik. Tetapi, dibanyak kasus, setelah mulai bersaing dan berkompetisi satu sama lain, ada orang yang kadang-kadang mulai kehilangan akal untuk berkompetisi secara sehat. Pada akhirnya, hal ini menjadi sesuatu yang merugikan organisasi dalam membangun kolaborasi kerja. Padahal, kolaborasi dalam organisasi adalah sesuatu yang wajib untuk meningkatkan kualitas dari proses kerja, termasuk untuk meningkatkan kinerja dan prestasi.


Sebelum organisasi membiarkan semangat kompetisi dan persaingan antar pekerja dalam organisasi, maka setiap pekerja harus mendapatkan pencerahan untuk memiliki kesadaran dalam berkompetisi. Setiap pekerja harus sadar bahwa keberadaan mereka di organisasi adalah, untuk berkontribusi menjadikan organisasi paling kompetitif di semua aspek kerja dan pelayanan. Berkompetisi bukan berarti menonjolkan kehebatan masing-masing diri, dan melupakan prioritas untuk saling bekerja sama dalam budaya kolaborasi yang saling melengkapi. Bukanlah sebuah rahasia bahwa dalam organisasi sering muncul kelompok-kelompok yang saling bersaing dalam skala konflik. Semua ini berawal dari kompetisi dan persaingan yang tidak dikelola dengan baik oleh manajemen. Ketika para pekerja yang berkonflik ini secara terus-menerus meningkatkan intensitas konfliknya, maka perilaku mereka menjadi sesuatu yang menghambat kemajuan organisasi.
Persaingan dan kompetisi yang memperebutkan jabatan atau pekerjaan dengan cara-cara tidak etis, merupakan awal dari kegagalan manajemen untuk menjalankan tata kelola yang sehat, tegas, efektif, produktif, dan bebas dari energi perusak organisasi. Persaingan dan kompetisi tidak sehat selalu menyebabkan tekanan, dan mengundang risiko ke dalam organisasi. Hal ini berpotensi mengundang risiko yang tidak diinginkan untuk masuk dan melemahkan daya tahan organisasi.
Setiap orang di dalam organisasi haruslah disadarkan untuk tidak terjebak dalam situasi persaingan tidak sehat. Sekali persaingan tidak sehat terbentuk dan menjadi budaya kerja, maka setiap orang di dalam organisasi sedang dibentuk untuk gagal. Persaingan tidak sehat hanya akan melukai satu sama lain, dan hampir mustahil bagi orang-orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena, setiap orang akan sibuk saling menyalahkan dan saling tidak percaya, sehingga semua sumber daya yang tersedia tidak akan mendapatkan cukup perhatian untuk dikelola dengan efektif.
Kompetisi di tempat kerja bukanlah dimaksudkan untuk menjadi pribadi yang lebih agresif, dan kurang produktif karena adanya konflik dari kompetisi. Kompetisi di tempat kerja dimaksudkan agar setiap individu dapat berkontribusi dengan maksimal melalui kualitas dan potensi diri untuk menghasilkan kinerja terbaik. Bila persaingan dan kompetisi antar pegawai tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka setiap pegawai pasti akan gagal untuk mewujudkan target dan visi bersama.
Dalam mewujudkan target dan visi bersama tersebut, bukanhanya dilakukan pembenahan atas kompetisi pegawai, namun juga pada kompetensi pegawai. Jika dulu kita belajar tentang organization development (OD), saat ini orang mulai bicara tentang personal development, dahulu orang hanya mengenal formal clasess sekarang banyak organisasi mulai menerapkan informal tools and method, e-learning dan sebagainya. Saat ini banyak organisasi di dunia saat ini mulai "melirik" sebuah konsep baru cara bekerja dan cara belajar yang dikenal dengan konsep "Corporate University". Corporate University merupakan salah satu strategi organisasi yang berfungsi mengintegrasikan semua "sumberdaya pembelajaran, proses dan orang" di organisasi yang memungkinkan terwujudnya kinerja terbaik dengan terus menerus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku orang dalam lingkungan ekosistem bisnis.
Pemahaman ini berbeda dengan universitas/lembaga pendidikan pada umumnya, dimana corporate universitytidak hanya mencetak insan yang kompeten dan siap bekerja, namun juga membangun tempat dan suasana pembelajaran di dalam organisasi, sehingga spirit-nyaadalah penciptaan budaya pembelajaran yang menjadi kebutuhan utama dari setiap insan yang bekerja di organisasi. Pembelajaran inilah yang mampu mengisi perbedaan kompetensi melalui pembelajaran secara best practice dari setiap pegawai.
Hal ini disampaikan oleh Bp. Mardial, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat Pajak, dalam acara Penutupan DTSS Manajemen Pengawasan dan Konsultasi Angkatan II yang diselenggarakan di Hotel Mega Anggrek pada hari Jumat, 25 Agustus 2017. Dalam sambutannya beliau kembali mengingatkan bahwa Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi dalam melaksanakan pekerjaannya mendisiplinkan Wajib Pajak harus dimulai dari mendisiplinkan diri sendiri.

Penutupan Waskon 2 3

Penutupan Waskon 2 2

Penutupan Waskon 2 1

 

Paling Banyak Dibaca

  • Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan LK K/L +

    [Bogor, 4 Januari 2018] Pagi ini Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menyelenggarakan Lokakarya pertamanya di tahun 2018. Pembukaan lokakarya yang bernama Baca Selengkapnya
  • Catatan 2017, Harapan 2018 +

    [Bandung] Jumat, 5 Januari 2018 – Mengawali tahun 2018 ini, Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat menyelenggarakan konferensi pers yang pertama kali Baca Selengkapnya
  • Diklat Pembuka di Awal Tahun 2018 +

    [Medan] Senin, 10 Januari 2018. Diklat Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Angkatan I dan Diklat Teknis Substantif Spesialisasi Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016